Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Polisi Bongkar Penjualan Obat Terlarang Bermodus Toko Kosmetik

Nasional obat ilegal
Hendrik Simorangkir • 23 September 2019 20:00
Tangerang: Polresta Tangerang membongkar peredaran obat-obatan terlarang dengan modus toko kosmetik di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten. Total ada tiga toko kosmetik jaringan pulau Sumatera yang menjajakan ribuan butir obat keras golongan G jenis eximer dan tramadol.
 
Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif, mengatakan total ada tiga pelaku yang ditangkap. Dua dari tiga pelaku diketahui masih berstatus mahasiswa dan pelajar di salah satu perguruan tinggi di Tangerang.
 
Toko pertama yang berhasil dibongkar adalah toko kosmetik milik pelaku M alias Rajes, 40, di Desa Sadang Kecamatan Cisoka, dari toko kosmetik itu polisi mendapatkan 1.332 butir eximer dan 89 tramadol.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penindakan peredaran obat keras ilegal berlanjut di toko kosmetik di Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka, dan di toko ini kami kembali mengamankan 105 butir eximer dan 58 butir tramadol," kata Sabilul, Senin, 23 September 2019.
 
Sabilul menjelaskan di toko kedua tersebut seorang pemuda berinisial AR alias Siong ditetapkan sebagai tersangka, lantaran AR terbukti menjajakan barang haram di toko kosmetik miliknya. AR juga diketahui berstatus mahasiswa aktif di salah satu perguruan tinggi di Tangerang.
 
"Selanjutnya kami ke toko kosmetik di Desa Megu, Kecamatan Cisoka, disitu kami mengamankan pemilik toko berinisial SDR, 18. Dikarenakan di toko miliknya ditemukan 106 butir obat eximer dan 74 butir tramadol, tersangka SDR itu statusnya masih pelajar," jelas Sabilul.
 
Menurut Sabilul ketiga tersangka masih satu jaringan dalam mengedarkan obat-obatan tersebut. Ketiganya juga sama-sama berasal dari satu daerah di wilayah Pulau Sumatera.
 
"Pengungkapan itu berawal dari laporan masyarakat yang resah karena kerap melihat hilir-mudik pembeli di ketiga toko itu, namun masyarakat merasa heran karena toko cenderung tertutup dan rupanya kosmetik itu hanyalah kedok semata. Kami akan terus mengembangkan asal-usul obat keras golong G itu dan mengintensifkan razia, pengawasan, serta penindakan," pungkas Sabilul.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif