Halaman depan SD Negeri 2 Banjarharjo Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Halaman depan SD Negeri 2 Banjarharjo Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Upaya Penculikan Ancam Anak-anak di Yogyakarta

Nasional penculikan anak
Ahmad Mustaqim • 20 September 2019 18:35
Bantul: Kasus dugaan upaya penculikan terjadi di wilayah Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Upaya penculikan ini menyasar kepada siswa sekolah dasar (SD).
 
Seorang siswi kelas II SD Negeri 2 Banjarharjo, Desa Muntuk, Kecamatan Imogiri, inisial P menjadi salah satu yang hendak diculik. Peristiwa itu terjadi saat waktu istirahat sekolah akan selesai, pada Rabu, 18 September 2019.
 
"Peristiwanya terjadi sekitar jam 10.00 WIB, pas penjaga sekolah membunyikan bel tanda istirahat selesai," kata Kepala SD 2 Banjarharjo, Suprapto ditemui di kantornya, Jumat, 20 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suprapto mengatakan, siswinya setelah bel bunyi hendak kembali ke kelas usai membeli buku di toko seberang sekolah. Saat akan menyeberang, P berpapasan dengan sebuah mobil boks putih.
 
Kemudian, seorang yang lantas menarik P. Bahkan, kata Suprapto, baju anak didiknya robek karena berontak saat akan dimasukkan ke dalam mobil.
 
"Anaknya ini mau ditarik ke dalam mobil boks lewat pintu belakang. Anaknya langsung lari ke dalam kelas," ujarnya.
 
Ia mengungkapkan, P lantas cerita kepada guru soal kejadian itu. Sejumlah guru kemudian mengecek situasi di luar sekolah. Namun, mobil tersebut sudah pergi.
 
"Cerita ke gurunya, namanya Bu Wiwit, yang narik bajunya laki-laki. Anaknya agak cemas," kata Suprapto yang saat itu sedang ada rapat di Kabupaten Bantul.
 
Menurut dia, P sempat tidak masuk pada sehari setelah peristiwa itu. Suprapto mengaku sudah berusaha membujuk P untuk kembali masuk. Ia pun meminta kepada orang tua akan ikut mengawasi saat istirahat atau jam pulang sekolah.
 
Sejumlah orang tua memang kemudian ikut memantau anaknya saat bersekolah. Mereka memantau saat jam istirahat dan menjemput untuk pulang sekolah.
 
"Ada beberapa anak yang jadi takut kalau di sekolah. Maunya ditungguin orang tuanya," kata Zuhri, seorang wali murid.
 
Verawati, seorang wali murid, mengatakan peristiwa serupa juga pernah terjadi beberapa bulan lalu. Namun, ia mengaku tak tahu persis kejadian itu.
 
Kasus itu juga membuat Pemerintah Desa Mangunan yang dekat dengan Desa Muntuk mengeluarkan surat imbauan. Surat imbauan tertanggal 18 September 2019 itu ditujukan untuk enam kepala sekolah di Desa Mangunan agar mengetatkan pengawasan.
 
Sementara, Polsek Dlingo juga menyatakan mendalami kasus itu. Pengawasan di sekitar sekolah juga diintensifkan dengan memaksimalkan anggota Bhabinkamtibmas. "Kami masih menyelidiki kasus ini," kata Kanit Reskrim Polsek Dlingo, Aiptu Yuwana.
 
Kasus upaya penculikan tak hanya terjadi di Bantul. Di Kota Yogyakarta, kasus serupa pernah terjadi pada Maret 2017. Korban yang juga masih kelas tiga SD itu berhasil lolos setelah menggigit tangan pelaku.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif