Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Achmad Syaifuddin. Medcom.id/ Syaikhul Hadi.
Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Achmad Syaifuddin. Medcom.id/ Syaikhul Hadi.

Pemda Sidoarjo Antisipasi Perusahaan Hengkang

Nasional upah
Syaikhul Hadi • 02 Desember 2019 17:00
Sidoarjo: Pemerintah Kabupaten Sidoarjo masih melakukan pendekatan terhadap industri besar di Sidoarjo terkait penetapan Upah Minimum Kota (UMK). UMK tersebut dinilai berpengaruh pada hengkangnya industri besar di Sidoarjo.
 
Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Achmad Syaifuddin, mengatakan ada beberapa industri besar yang mempunyai wacana pindah dari Kabupaten Sidoarjo.
 
"Ada beberapa perusahaan yang mau pindah. Ya, sebabnya besaran UMK," kata Nur di Sidoarjo, Senin, 2 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nur menjelaskan informasi itu diterimanya setelah ada putusan penetapan besaran UMK dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Untuk Sidoarjo besaran UMK 2020 mencapai Rp.4.193.581. jumlah itu lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp.3,8 juta.
 
"Ya, mudah-mudahan tidak sampai keluar dari Sidoarjo. Dan sekarang ini pemda masih melakukan pendekatan kepada industri-industri yang ada di Sidoarjo," jelas Nur.
 
Nur menduga besaran UMK di Sidoarjo membuat pengusaha atau industri pikir-pikir. Meski demikian menurutnya ada solusi yang bisa diambil manakala perusahaan tidak sanggup membayar upah karyawan atau buruh.
 
"Kalau benar-benar enggak mampu, ya semua ada mekanismenya dan bisa dibicarakan. Nah bagaimana dalam rembukan itu bisa ada jalan keluar nantinya," ungkap Nur.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif