Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Akar Rumput PDIP Diprediksi Terbelah di Pilpres 2024

Whisnu Mardiansyah • 20 Juli 2023 22:18
Jakarta: Akar rumput di PDIP diprediksi terbelah usai beberapa kader senior menyiratkan tidak sejalan dengan capres yang telah ditetapkan DPP PDIP. Hal ini setelah Presiden Jokowi sendiri disinyalir lebih cenderung mendukung Prabowo Subianto. 
 
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga menilai terbelahnya di internal PDIP karena munculnya dua matahari kembar. Sehingga, sejumlah kader ada yang membelot dari sikap partai terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
 
"Muncul matahari kembar di PDIP. Dua matahari itu ada pada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Jokowi. Akibatnya, kader PDIP ada yang lebih loyal ke Megawati tapi ada juga yang ke Jokowi," kata Jamiluddin kepada Medcom.id, Kamis, 20 Juli 2023.
 
Menurut Jamiluddin, kader PDIP yang tidak mendukung bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo lebih loyal ke Jokowi. Sementara, Kepala Negara kerap diisukan lebih condong dukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
 
Baca: Pengamat Sebut Kader Membelot karena di PDIP Muncul Dua Matahari Kembar

Jamiluddin menuturkan matahari kembar ini akan melemahkan kepemimpinan Megawati di internal PDIP. Sebagian kader PDIP tidak lagi tegak lurus atas keputusan Megawati.
 
Akibatnya, lanjut dia, mesin partai tidak maksimal mengamankan keputusan Megawati. Peluang Ganjar menang pada Pilpres 2024 bakal terganggu.

Hal ini pun turut berimbas ke akar rumput. Hal ini terlihat dari media sosial, ada beberapa akun yang disinyalir sebagai pendukung keputusan PDIP mengusng Ganjar Pranowo, mulai mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap manuver Presiden Joko Widodo. 
 
Salah satunya akun @sibadogil14 yang mencuit berisi umpatan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan kalimat yang tidak pantas di media sosial Twitter. 
 
"@jokowi biar aja bermanuver minta perhatian @PDI_Perjuangan ( Megawati) yg psti SDH memberikan tempat yg terbaik," bunyi cuitan @sibadogil14 yang dikutip pada Kamis, 20 Juli 2023.
 
"Rakyat yg pasti menilai seperti apa kelembutan dan keramahan Jokowi ada udang di balik bakwan. Kata terakhir buat Jokowi as******," cuitnya menambahkan. 
 
Cuitan ini sangat disesalkan karena berisi umpatan kepada seorang Jokowi yang masih berstatus sebagai kepala negara. Sebagaimana yang diatur penghinaan kepada kepala negara dalam Pasal 218 ayat 1 dan 219 KUHP.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(WHS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>