Presiden Israel Isaac Herzog. (Anna Moneymaker / Getty / AFP)
Presiden Israel Isaac Herzog. (Anna Moneymaker / Getty / AFP)

Israel Berterima Kasih kepada Maroko yang Lindungi Yahudi Selama Holocaust

Medcom • 28 Desember 2022 13:04
Tel Aviv: Presiden Israel Isaac Herzog berterima kasih kepada Raja Maroko Mohammed VI atas pemberian tempat berlindung yang aman bagi orang Yahudi selama peristiwa Holocaust selama Perang Dunia II.
 
Surat dari Herzog, dua tahun sejak Maroko menormalisasi hubungan bilateral dengan Israel, menandai pertama kalinya seorang pejabat Israel memberikan penghormatan atas tindakan monarki Maroko di era Holocaust.
 
Herzog mengungkapkan rasa terima kasih Israel kepada raja dan rakyat Maroko, yang dinilai selalu melindungi keamanan, kesejahteraan, dan warisan budaya komunitas Yahudi di Maroko.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kelompok Yahudi menetap di Maroko setelah mereka terusir dari Spanyol di akhir abad ke-15. Selama Perang Dunia II, monarki Maroko saat itu melindungi komunitas Yahudi dari ancaman Holocaust yang dilakukan Nazi Jerman.
 
"Ketika jutaan orang Yahudi menghadapi kengerian Holocaust di abad ke-20, Raja Mohammed V menyediakan tempat berlindung bagi mereka," kata Herzog dalam surat tertanggal 22 Desember 2022.
 
"Yahudi Maroko mengenang dengan bangga dan penuh kasih sayang atas kakek Anda, Yang Mulia Raja Mohammed V, yang dikenang sebagai pelindung dan penjaga orang Yahudi di wilayahnya," ungkap dia, mengutip dari laman The National News, Rabu, 28 Desember 2022.
 
Mohammad V terkenal karena menolak menerapkan undang-undang anti-Yahudi yang ditentukan pemerintah Prancis Vichy yang pro-Jerman selama Perang Dunia II.
 
Di era sekarang, Herzog memuji langkah Raja Mohammed VI yang meneruskan dukungan terhadap komunitas Yahudi di negaranya. Salah satu bentuk dukungan adalah memasukkan pendidikan mengenai Holocaust di sekolah-sekolah Maroko.
 
"Hal ini tidak hanya semakin memperdalam komitmen rakyat Anda terhadap toleransi dan rasa saling memahami, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang nilai-nilai esensial ini ke banyak negara, mulai dari kawasan Atlantik hingga Teluk (Arab)," tulis Herzog.
 
Kantor kepresidenan Israel mengatakan bahwa surat Herzog dibuat lewat koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Israel dan pusat Holocaust Yad Vashem.
 
Maroko sempat memutuskan hubungan dengan Israel pada 2000 setelah pecahnya intifada kedua Palestina.
 
Namun pada Desember 2020, kedua negara menormalisasi dan meresmikan hubungan, menyusul penandatanganan Abraham Accords antara Israel dan Uni Emirat Arab serta Bahrain.
 
Sebelumnya, Israel telah mencapai perjanjian damai dengan Mesir dan Yordania di tahun 1979 dan 1994.
 
Baca:  Jamu Para Rabi, Presiden Turki Ingin Segera Pulihkan Hubungan dengan Israel
 
Komunitas Yahudi Maroko berasal dari zaman kuno dan berkembang di abad ke-15. Pada tahun 1940-an, jumlahnya meningkat menjadi 250.000, mewakili 10 persen dari populasi di Maroko.
 
Saat ini, komunitas Yahudi di Maroko diperkirakan berjumlah 3.000 orang, terbesar di Afrika Utara.
 
Sekitar 700.000 warga Israel mengeklaim berasal dari garis keturunan Maroko, dan mereka tetap mempertahankan jalinan kuat dengan negara tersebut.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif