Seorang warga menaiki tangga di Arafah dalam ibadah haji. Foto: AFP
Seorang warga menaiki tangga di Arafah dalam ibadah haji. Foto: AFP

Jemaah Haji Tiba di Arafah untuk Melaksanakan Wukuf

Internasional Virus Korona arab saudi haji ibadah haji covid-19 pandemi covid-19
Fajar Nugraha • 19 Juli 2021 14:29
Mina: Di tengah protokol kesehatan yang ketat, jemaah haji berbondong-bondong ke Arafah Senin dini hari setelah berkumpul di Mina untuk Tarwiyah, di hari kedelapan Dzulhijjah. Jemaah akan melakukan ibadah wukuf di Arafah.
 
Di Masjid Namirah, mereka akan melakukan Salat Zuhur dan Ashar yang digabungkan serta dipersingkat. Jemaah kemudian menghadiri khotbah haji, mengikuti jejak Nabi Muhammad  yang menyampaikan khotbah terakhirnya dalam hijrah dari Makkah ke Madinah.
 
Baca: Saudi Cek Kesehatan Jemaah Haji Setiap Hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khotbah haji tahun lalu berfokus pada solidaritas sosial dan tindakan pencegahan kesehatan untuk melindungi kehidupan dari penyakit virus korona (covid-19). Hanya 60 ribu jamaah haji yang diizinkan untuk melakukan ibadah haji ini, itupun mereka warga dan pemukim asing yang ada di dalam wilayah Arab Saudi.
 
Setelah matahari terbenam, jemaah haji akan bermalam di Muzdalifah. Setibanya di tempat suci, mereka akan melakukan Solat Maghrib, dilanjutkan dengan Salat Isya yang dipersingkat.
 
Sebelumnya di Mina, tidak ada ritual besar selama Tarwiyah. Sehingga para peziarah menghabiskan waktu mereka untuk berdoa dan berefleksi hingga matahari terbit pada Senin.
 
Mina yang letaknya 7 kilometer timur laut Masjidil Haram di Makkah, adalah situs kota tenda terbesar di dunia. Sebelum pandemi, lokasi itu  menampung sekitar 2,5 juta jemaah. Namun, Arab Saudi sedang berupaya meningkatkan jumlah jemaah yang dapat ditampung Mina, Muzdalifah dan Arafat, di bawah rencana reformasi Visi 2030 negara itu.
 
Jemaah telah mengikuti kebiasaan yang sama sejak Nabi Muhammad melakukan satu-satunya ibadah haji pada tahun 632 M, beberapa bulan sebelum ia meninggal pada usia 62 tahun.
 
Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Sheikh, Mufti Agung Arab Saudi, telah mendesak semua jemaah untuk mengabdikan waktu mereka kepada Allah SWT selama hari-hari haji.
 
Ia juga mengimbau agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19). Dia menambahkan bahwa pemerintah dan entitas swasta melakukan semua yang mereka bisa selama haji tahun ini untuk membantu jamaah menjalankan ibadah dengan cara terbaik dan paling nyaman.
 
“Upaya tersebut juga untuk memastikan keselamatan jemaah haji saat melakukan ritual haji sesuai dengan tindakan pencegahan yang disetujui oleh otoritas terkait, yang ditujukan untuk keselamatan jemaah dan penyelenggara,” kata Sheikh Abdul Aziz kepada Saudi News Agency, yang dikutip Arab News, Senin 19 Juli 2021.
 
“Melayani jamaah dan memastikan kenyamanan mereka adalah kebiasaan Arab Saudi dan para pemimpinnya,” ucapnya.
 
Untuk tahun kedua berturut-turut, haji dibatasi untuk jemaah haji dari dalam Arab Saudi. Keputusan itu diambil untuk melindungi mereka dari pandemi.
 
Baca: Langgar Aturan Haji, 22 Orang Dihukum Denda oleh Arab Saudi.
 
Kementerian Kesehatan mengatakan Arab Saudi mencatat antara 1.000 dan 1.200 kasus covid-19 setiap hari. Otoritas kesehatan telah menginokulasi lebih dari 22 juta dari 35 juta warga dan penduduknya. Semua yang terpilih untuk ambil bagian dalam haji tahun ini telah divaksinasi.
 
Untuk mengurangi interaksi manusia dan memastikan jarak fisik, robot-robot digunakan untuk menyemprotkan disinfektan di dalam dan halaman Masjidil Haram. Robot itu juga untuk membagikan botol-botol air zamzam yang dipompa dari sumur suci di Makkah.
 
Kamera termal di pintu masuk Masjidil Haram memantau suhu pengunjung. Sekitar 3.000 mobil listrik disiapkan bagi para jemaah, yang mengenakan gelang pengenal elektronik yang terhubung dengan GPS.
 
Sejak Sabtu, beberapa kelompok kecil jemaah dengan mengenakan masker melakukan tawaf mengelilingi Kakbah, bangunan paling suci dalam Islam yang menjadi kiblat atau arah menghadap saat salat. Para petugas kesehatan memantau aktivitas mereka.
 
Sekitar 500 relawan kesehatan disiapkan untuk memberikan bantuan medis. Sebanyak 62 layar juga dipasang untuk menyiarkan pesan-pesan pencegahan covid-19 dalam berbagai bahasa.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif