Pihak keamanan Tripoli, Libya di lokasi bentrok yang menghancurkan kendaraan yang diparkir. Foto: AFP
Pihak keamanan Tripoli, Libya di lokasi bentrok yang menghancurkan kendaraan yang diparkir. Foto: AFP

PM Bayangan Masuk ke Tripoli, Bentrokan Pecah di Libya

Marcheilla Ariesta • 17 Mei 2022 16:35
Tripoli: Pertempuran pecah di ibu kota Libya, Tripoli akibat baku tembak pendukung dua pemerintahan yang bersaing. Bentrokan ini mengancam kekacauan baru di negara Afrika Utara yang kaya minyak itu.
 
Bentrokan meletus di Tripoli sebelum fajar dan baku tembak hebat terjadi sekitar pukul 07.00 waktu setempat.
 
Libya saat ini diperintah oleh Perdana Menteri Abdulhamid Dbeibah, tetapi dia telah ditantang oleh Fathi Bashagha, yang ditunjuk sebagai perdana menteri saingan pada Februari lalu oleh parlemen di kota timur negara Tobruk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kekerasan berkobar setelah keterangan persnya mengumumkan 'kedatangan perdana menteri pemerintah Libya, Fathi Bashagha, didampingi oleh beberapa menteri, di ibu kota Tripoli untuk memulai pekerjaannya di sana'.
 
Tidak ada reaksi langsung dari pemerintahan persatuan yang dipimpin Dbeibah. Ia dilantik pada 2020 sebagai bagian dari proses perdamaian yang didukung PBB dan sejak itu menolak untuk mundur.
 
"Pertempuran itu menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya kekacauan sejak pemberontakan rakyat yang didukung NATO pada 2011 menggulingkan diktator Moamar Kadhafi, dan konflik habis-habisan yang mencengkeram ibu kota pada 2019 hingga 2020," dikutip dari AFP, Selasa, 17 Mei 2022.
 
Pemerintah Dbeibah ditugaskan untuk memimpin Libya ke pemilihan yang dijadwalkan Desember lalu. Namun, pemilihan ini ditunda tanpa batas waktu dan lawan politiknya berpendapat bahwa mandatnya sekarang telah selesai.
 
Pada Februari, parlemen di Tobruk menunjuk mantan menteri dalam negeri Bashagha sebagai perdana menteri.  Namun dia gagal menggulingkan Dbeibah, yang berulang kali mengatakan dia hanya akan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah terpilih.
 
Kemudian Maret lalu, kelompok bersenjata pro-Bashagha telah dikerahkan di pinggir ibu kota, meningkatkan kekhawatiran akan konfrontasi yang akan mengakhiri gencatan senjata sejak Oktober 2020.
 
Bashagha didukung oleh Khalifa Haftar, orang kuat di militer yang berbasis di timur yang memimpin upaya yang gagal untuk merebut Tripoli pada 2019-2020. Ia juga yang mempertahankan kendali atas beberapa instalasi minyak utama.
 
Libya jatuh ke dalam pelanggaran hukum yang kejam pada 2011 dengan pemberontakan yang didukung NATO untuk menggulingkan Moamar Kadhafi.  Kelompok-kelompok bersenjata bersaing menguasai wilayah, dengan serangkaian pemerintahan sementara datang dan pergi.
 
Banyak kelompok seperti itu diintegrasikan ke dalam negara, sebagian untuk mengakses kekayaan minyak negara yang besar. Organisasi hak asasi manusia sering menuduh mereka melakukan pelanggaran.
 
Pembentukan dua pemerintah menggemakan periode bermasalah Libya dari pemerintahan saingan antara 2014 dan 2021, ketika negara kaya minyak itu dicabik-cabik oleh perang saudara.
 
Saat ini, produksi minyak yang adalah sumber pendapatan utama negara itu, kembali dilanda keretakan politik dengan gelombang penutupan paksa terminal minyak oleh kelompok-kelompok yang bersekutu dengan kubu timur. Mereka menginginkan kekuasaan dialihkan ke Bashagha.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif