New York: Kematian para petinggi Islamic State (ISIS) dan desersi ribuan militannya di benua Afrika telah membuat kelompok tersebut "melemah," menurut laporan terbaru Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
Laporan bertajuk Civil Society Perspectives: ISIS in Africa – Key Trends and Developments telah disusun oleh Direktorat Komite Eksekutif Anti-Terorisme PBB (CTED) usai bertemu lebih dari 50 perwakilan organisasi sipil Afrika di 15 negara anggota.
Perilisan laporan terbaru DK PBB bertujuan meningkatkan pemahaman akan dampak sepak terjang ISIS dan grup-grup terafiliasinya di Afrika.
"Para peserta diskusi menekankan bahwa grup-grup terafiliasi ISIS sedang berada dalam sebuah periode krusial," ujar CTED, dilansir dari The National, Selasa, 5 April 2022.
"Kematian Abu Musab Al Barnawi dari kelompok ISWAP, Abubakar Shekau dari Boko Haram, dan Adnan Abu Walid Al Sahrawi dari ISGS, serta desersi ribuan militan dari grup-grup tersebut, mengindikasikan melemahnya grup-grup terafiliasi ISIS di sebagian wilayah Afrika."
"Perkembangan ini membuka kesempatan untuk melakukan pendekatan holistik dan memperkuat ketahanan negara-negara dalam mencegah ekstremisme dan terorisme," ungkap CTED.
CTED telah membuat berbagai rekomendasi untuk mencegah penyebaran ISIS, termasuk pendekatan terhadap mantan teroris. Disebutkan bahwa kurangnya dukungan terhadap para mantan teroris dapat membuat mereka mempertimbangkan untuk kembali bergabung ke grup-grup militan.
Laporan CTED dirilis menjelang pertemuan lanjutan di DK PBB yang akan digelar untuk membahas isu terorisme global.
Baca: Densus 88: ISIS Masih Eksis
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan