Pasukan Israel kerap melakukan kekerasan terhadap warga Palestina. Foto: AFP
Pasukan Israel kerap melakukan kekerasan terhadap warga Palestina. Foto: AFP

Tanpa Henti, Pasukan Israel Kembali Bunuh Warga Palestina

Fajar Nugraha • 03 Oktober 2022 16:28
Ramallah: Pasukan Israel membunuh dua warga Palestina di dekat Ramallah. Israel mengatakan, orang-orang itu berusaha menyerang tentara yang mencoba menangkap seorang Palestina, meskipun itu tidak dapat diverifikasi.
 
“Kedua pria itu tewas saat berada di dalam mobil di kamp pengungsi Jalazone di utara Ramallah,” menurut Kantor Berita Resmi Palestina, Wafa, yang dikutip dari Al Jazeera, Senin 3 Oktober 2022.
 
Kantor berita resmi Palestina, Wafa, mengidentifikasi korban sebagai Bassel Qassem Basbous yang berusia 19 tahun dan Khaled Fadi Anbar yang berusia 21 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Yang ketiga, Raafat Habash, 19, terluka dalam penembakan itu,” sebut laporan Wafa.
 
Jenazah kedua pria tersebut dibawa oleh tentara Israel setelah mereka dibunuh, sedangkan pria yang terluka ditangkap. Berita pembunuhan datang sekitar pukul 7.00 pagi waktu setempat.
 
Tentara Israel mengatakan anak buahnya berusaha untuk menangkap seorang tersangka di Jalazone ketika mereka menduga bahwa ketiga pria itu berencana untuk melakukan serangan dengan menabrakkan mobil terhadap tentara, sebelum ditembak.
 
Klaim itu tidak dapat diverifikasi secara independen.
 
Gerakan Fatah di Ramallah dan wilayah el-Bireh mengumumkan pemogokan umum di daerah-daerah setelah pembunuhan.
 
Israel telah melakukan serangan hampir setiap hari di Tepi Barat, sebagian besar difokuskan di kota Jenin dan Nablus, di mana kelompok bersenjata baru Palestina telah dibentuk.
 
Lebih dari 150 warga Palestina telah terbunuh oleh pasukan Israel di wilayah pendudukan 1967 sejak awal tahun, termasuk 51 di Jalur Gaza yang diblokade selama serangan tiga hari Israel pada Agustus.
 
Dalam salah satu serangan terbaru, pada Kamis di sebuah kota dekat Betlehem, seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun meninggal setelah keluarganya mengatakan dia dikejar oleh tentara Israel.
 
Kementerian Luar Negeri AS telah menyerukan penyelidikan atas kematian Rayyan Suleiman. 20 orang juga tewas dalam serangan yang dilakukan oleh warga Palestina di Israel dan Tepi Barat pada 2022.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif