Sekelompok anggota Houthi berpatroli di Yaman. (AFP)
Sekelompok anggota Houthi berpatroli di Yaman. (AFP)

Ranjau Darat Houthi Tewaskan 100 Warga Sipil Selama Gencatan Senjata

Willy Haryono • 16 Oktober 2022 19:10
Sanaa: Kantor Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas selama gencatan senjata di Yaman meningkat 38 persen akibat ranjau darat yang dipasang kelompok pemberontak Houthi.
 
Menurut laporan terbaru kantor PBB, setidaknya 169 anak-anak dan 79 perempuan tewas atau terluka dalam kurun waktu enam bulan gencatan senjata. Penyebab utama kematian tersebut adalah ranjau darat dan artileri yang tidak meledak.
 
Laporan tersebut menyatakan bahwa ranjau darat dan artileri yang tidak meledak menelan 343 korban sipil, termasuk 95 kematian dan 248 luka-luka antara 2 April dan 30 September. Sementara dalam kurun waktu enam bulan sebelum gencatan senjata, angkanya adalah 248, termasuk 101 kematian dan 147 luka-luka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari Asharq al-Awsat, Minggu, 16 Oktober 2022, disebutkan juga adanya bukti awal yang menunjukkan hujan deras dan banjir pada Juli dan Agustus menyebabkan bahan peledak bergeser dari satu tempat ke tempat lain di Yaman.
 
Sementara itu, kelompok Proyek Pemantauan Dampak Sipil menyatakan bahwa rata-rata korban sipil bulanan di yaman turun 54,3 persen, dari 2.051 (termasuk 630 kematian) selama enam bulan sebelum gencatan senjata menjadi 936 (termasuk 288 kematian) antara 2 April dan 21 September 2022.
 
Menurut kelompok tersebut, korban tahun ini sebagian besar ada di Hodeidah, Taiz, Saada, Marib, dan al-Jawf.
 
Hodeidah merupakan yang paling tinggi. Dari 598 korban sipil di sana sejak awal 2018, 31 persen telah tewas dalam sembilan bulan sejak garis depan pertempuran di wilayah tersebut bergeser pada 2021.
 
Kantor PBB memperbaharui seruan untuk membersihkan daerah tersebut dari ranjau darat Houthi, dengan mencatat kurangnya pendanaan dari Gugus Perlindungan Aksi Ranjau-Global. Disebutkan bahwa mitra-mitra pembersih ranjau telah membersihkan 2.653.198 meter persegi tanah yang terkontaminasi di seluruh Yaman mulai Juni lalu.
 
PBB mengingat manfaat besar dari gencatan senjata, dengan mengatakan bahwa berhentinya pertempuran memicu penurunan tingkat pengungsian internal sebesar 76 persen. Disebutkan bahwa antara 2 April dan 30 September, 11.294 keluarga mengungsi. Angkanya lebih rendah dibanding 46.640 keluarga di enam bulan sebelum gencatan senjata.
 
Menurut laporan kantor PBB, sekitar 69 persen dari pengungsi, sekitar 7.500 keluarga, telah dilaporkan sejak deklarasi gencatan senjata, yang sebagian besarnya melarikan diri dari bentrokan sporadis di daerah-daerah di sepanjang garis depan pertempuran.
 
Namun, laporan PBB menegaskan bahwa jumlah total pengungsi di Yaman menurun secara signifikan di beberapa wilayah, dibanding enam bulan sebelum gencatan senjata di mana angkanya kala itu hanya 32.775.
 
Baca:  Gencatan Senjata Berakhir, Perang Yaman Berlanjut Kembali
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif