Duta Besar Republik Indonesia untuk Madagaskar, Benny Y.P Siahaan. Foto: Dok.KBRI Madagaskar
Duta Besar Republik Indonesia untuk Madagaskar, Benny Y.P Siahaan. Foto: Dok.KBRI Madagaskar

Pastor Indonesia Jadi Korban Perampokan di Madagaskar, Dubes RI Kirim Bantuan

Fajar Nugraha • 14 September 2021 16:59
Antananarivo: Seorang misionaris warga negara Indonesia (WNI) di Madagaskar, dilaporkan menjadi korban perampokan. Pastor Alex Dhae dikabarkan menderita luka-luka dalam kejadian ini.
 
“Kita dapat telepon dari rekan-rekan Romo Alex Dhae dan sesama paroki di daerah Mananjary, sekitar sejam dari Antananarivo. Dia (Romo Alex) mendapat musibah perampokan dengan kekerasan,” ujar Duta Besar Republik Indonesia untuk Madagaskar, Benny Y.P Siahaan, kepada Medcom.id, Selasa 14 September 2021.
 
Menurut Dubes Benny, korban berada di kompleks paroki ketika perampokan berlangsung. Di paroki itu ada dua rumah, dia dengan rekannya yang juga pastor dari Madagaskar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“(Dia) menderita Luka-luka dan  mendapatkan  beberapa jaitan. Tapi yang saya dapat info dari (rekan Pastor Alex) Romo Benediktus, dia bisa pulang ke rumah dan sudah dirawat di paroki lagi sama suster-suster,” imbuh Dubes Benny.
 
“Kita berencana akan memberikan bantuan, besok (Rabu 15 September waktu setempat) kita akan ke sana kasih bantuan obat-obatan sama alat komunikasi. Ini permintaan Romo Alex, karena pelaku pencurian mengambil selain uang juga hp,” ujar mantan Konsul Jenderal RI di New York itu.
 
Namun belum ada rencana pemulangan untuk Pastor Alex, karena korban masih dirawat. Sementara kasus perampokan ini baru rampung dilaporkan kepada polisi setempat pada Senin 12 September.
 
Diduga, pelaku perampokan terhadap Romo Alex berjumlah tiga orang. “Tetapi semua masih tergantung (penyelidikan) polisi,” ungkapnya.
 
KBRI di Antananarivo pun saat ini sangat memperhatikan kondisi keamanan di Madagaskar. Akibat pandemi covid-19 kondisi ekonomi di Madagaskar makin parah, mengingat pariwisata yang menjadi andalan negara itu tidak berjalan.
 
Akibat kondisi itu, banyak pengangguran dan diperkirakan menjadi pemicu tindak kriminal di negara itu.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif