Arab Saudi. Foto: Unsplash.
Arab Saudi. Foto: Unsplash.

Arab Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Houthi

Arif Wicaksono • 21 Oktober 2026 11:30
Ringkasnya gini..
  • Pasukan Arab Saudi menyatakan telah mencegat rudal balistik milik kelompok Houthi yang ditujukan ke ibu kota kerajaan tersebut. Peristiwa ini terjadi setelah pihak berwenang mengeluarkan peringatan bahaya.
  • Pada malam harinya, Al-Malki melaporkan adanya pencegatan pesawat nirawak (drone) di wilayah Riyadh.
Riyadh: Pasukan Arab Saudi menyatakan telah mencegat rudal balistik milik kelompok Houthi yang ditujukan ke ibu kota kerajaan tersebut. Peristiwa ini terjadi setelah pihak berwenang mengeluarkan peringatan bahaya. 

"Kerajaan Arab Saudi telah mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi ke arah Riyadh," ujar Turki Al-Malki, juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman dalam perang melawan kelompok Houthi dikutip dari Channel News Asia. 

 

"Sebuah peringatan telah dikeluarkan oleh Platform Peringatan Dini Nasional di Kota Riyadh untuk memberi tahu adanya potensi bahaya," demikian pernyataan pertahanan sipil Arab Saudi melalui platform X.

Namun, peringatan tersebut dicabut beberapa menit kemudian, dengan pihak pertahanan sipil menyatakan  "bahaya telah berlalu. Pada malam harinya, Al-Malki melaporkan adanya pencegatan pesawat nirawak (drone) di wilayah Riyadh.

Serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi telah mencapai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang memaksa penundaan sebuah konferensi investasi besar. Hal ini menjadi pukulan bagi harapan Riyadh untuk menarik lebih banyak modal asing dan mendiversifikasi ekonominya.

Serangan mematikan yang dilakukan oleh kelompok Houthi, yang didukung oleh Iran, bahkan sempat memaksa bandara Riyadh ditutup.

Angkatan Udara Arab Saudi secara rutin menargetkan kelompok tersebut sebagai tindakan balasan di tengah pertempuran di Yaman antara pihak Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung oleh Riyadh.

Pada bulan Juli, gencatan senjata yang rapuh, yang disepakati pada tahun 2022, runtuh setelah kelompok Houthi mengizinkan sebuah pesawat Iran mendarat di Sanaa, ibu kota Yaman. Tindakan ini menentang kendali Riyadh atas wilayah udara Yaman dan memicu serangkaian serangan baru.

Selanjutnya, kelompok Houthi menyatakan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan mulai menyerang kapal-kapal, wilayah, serta fasilitas minyak milik kerajaan tersebut, sebelum akhirnya merebut wilayah yang dikuasai pemerintah di sepanjang garis pantai Laut Merah melalui operasi kilat pada bulan September.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan