KJRI Jeddah menggelar pelayanan terpadu untuk membantu para PMI di kota Khamis Mushait, Arab Saudi, 27-28 Agustus 2021. (KJRI Jeddah)
KJRI Jeddah menggelar pelayanan terpadu untuk membantu para PMI di kota Khamis Mushait, Arab Saudi, 27-28 Agustus 2021. (KJRI Jeddah)

Gelar Pelayanan Terpadu, KJRI Jeddah Amankan Hak Gaji PMI

Internasional arab saudi wni indonesia-arab saudi perlindungan wni Pekerja Migran Indonesia
Willy Haryono • 01 September 2021 08:01
Khamis Mushait: Dalam rangka mempermudah akses pelayanan dan pelindungan konsuler bagi para warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi, KJRI Jeddah menggelar "Pelayanan Terpadu" di Kota Khamis Mushait yang terletak di barat daya Arab Saudi, sekitar 700 kilometer dari Jeddah pada akhir Agustus.
 
Dalam kegiatan tersebut, petugas membantu seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar tidak kehilangan hak upahnya.
 
Kepada petugas, PMI berinisial AIO mengaku telah bekerja selama 14 tahun di Kota Abha. Namun, ia baru menerima 9.600 riyal selama bekerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anehnya, saat mengajukan penggantian paspor, petugas AIO telah membubuhkan tanda tangan dan sidik jari sebagai bukti gaji telah dibayar lunas. Petugas akhirnya menanyakan kapan lembar pembayaran itu ditandatangani.
 
AIO mengaku melakukannya beberapa saat sebelum mendatangi lokasi Pelayanan Terpadu. Akhirnya, sang majikan dipanggil untuk menjelaskan fakta yang sebenarnya dan menyelesaikan kewajibannya secara kekeluargaan.
 
Beruntung, majikan AIO melunak dan mengakui yang sebenarnya. Pria yang disebut-sebut berprofesi sebagai tentara itu akhirnya bersedia membuat surat pernyataan akan segera melunasi sisa gaji AIO. Tim petugas segera menghubungi perwakilan BNI di Arab Saudi agar segera menerbitkan rekening pribadi atas nama AIO.
 
"Dalam menangani perkara sengketa gaji, posisi KJRI Jeddah jadi lemah kalau PMI telah menandatangani atau membubuhkan sidik jari pada lembar pembayaran. Syukur kalau majikan jujur dan mau mengakui. Jika tidak, kan PMI jadi kehilangan haknya. Bicara hukum, bicara bukti," ujar Konsul Jenderal RI Jeddah, Eko Hartono, dalam keterangan di situs Kemenlu RI, Selasa, 31 Agustus 2021.
 
Dalam kesempatan tersebut, Tim Pelayanan Terpadu juga berhasil mengupayakan kenaikan upah bagi 13 PMI yang telah bekerja bertahun-tahun sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dan masih digaji di bawah standar. Kenaikan nilai upah berhasil diperjuangkan setelah negosiasi alot dengan para majikan.
 
Kesepakatan tersebut kemudian dikuatkan dalam Perjanjian Kerja (PK) dalam dua bahasa (Indonesia dan Arab) yang ditandatangai majikan dan ART-nya.
 
Di sela kegiatan, Tim Pelayanan Terpadu juga menyalurkan bantuan Covid-19 berupa 15 paket sembako kepada PMI yang kehilangan pekerjaan, tidak digaji atau mengalami pengurangan gaji karena dirumahkan setelah dinyatakan positif terinfeksi.
 
Baca:  KJRI Jeddah Bantu WNI Raih Hak Gaji dari Majikan
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif