Hagia Sophia saat ini diubah oleh pemerintah Turki dari museum menjadi masjid. Foto: AFP
Hagia Sophia saat ini diubah oleh pemerintah Turki dari museum menjadi masjid. Foto: AFP

Lima Hal Penentu Perubahan Stasus Hagia Sophia

Internasional turki Hagia Sophia
Fajar Nugraha • 14 Juli 2020 10:08
Ankara: Pengadilan Tinggi Turki memutuskan pada Jumat bahwa Hagia Sophia era Bizantium, beralih fungsi dari museum menjadi masjid. Situs itu sudah berfungsi sebagai museum di Istanbul sejak 1935.
 
Sejarah panjang terbentang mengenai Hagia Sophia. Namun ada lima hal penting yang perlu diketahui tentang bangunan yang dinyatakan situs warisan dunia ini oleh UNESCO.

1. Apa itu Hagia Sophia

Bangunan pertama kali dibangun sebagai gereja Kristen Ortodoks antara 532 dan 537 Masehi di bawah kekuasaan Kaisar Justinian I dan dianggap sebagai struktur Bizantium yang paling penting.
 
Setelah penaklukan Kekaisaran Ottoman atas Konstantinopel (sekarang Istanbul) pada tahun 1453, Hagia Sophia diubah menjadi masjid sebelum dibuka sebagai museum pada tahun 1935. Perubahan menjadi museum terjadi setelah Turki modern yang sekuler didirikan pada 1923.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Situs tersebut ditambahkan ke daftar situs warisan dunia UNESCO pada 1985.

2. Status resmi Hagia Sophia

Mengikuti keputusan Jumat 10 Juli, Hagia Sophia beralih dari museum menjadi masjid.
 
Dewan Negara, pengadilan administratif tertinggi di Turki, dengan suara bulat membatalkan keputusan kabinet tahun 1934 dan mengatakan Hagia Sophia terdaftar sebagai masjid dalam pembangunan propertinya.
 
Sampai sekarang ini Hagia Sophia telah menjadi daya tarik wisata utama di Turki. Bangunan yang menakjubkan itu mampu menampung jutaan turis setiap tahun, mencapai 3,8 juta pengunjung pada 2019.
 
Ada lebih banyak kegiatan keagamaan di dalam museum dalam beberapa tahun terakhir. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membacakan ayat pertama Alquran di Hagia Sophia pada 2018.

3. Apa yang akan berubah bagi pengunjung

Wisatawan masih dapat mengunjungi Hagia Sophia, sama seperti mereka dapat melihat Masjid Biru di dekatnya.
 
Tetapi contoh Hagia Sophia bisa dilihat dari Trabzon di Turki utara, dibuka untuk ibadah pada 2013. Hal itu bisa memberikan pertimbangan kedua mengenai status Hagia Sophia.
 
"Jumlah pengunjung turun secara signifikan setelah transformasi menjadi masjid, terutama karena pengunjung tidak bisa lagi menghargai lukisan-lukisan terkenal di gereja," kata Tugba Tanyeri Erdemir, seorang rekan peneliti di University of Pittsburgh.
 
Erdemir menambahkan, perubahan ini memiliki dampak negatif pada penduduk setempat yang tergantung pada pendapatan pariwisata.

4. Mengapamenjadi masalah sekarang

Ada proses hukum yang panjang menjelang keputusan Jumat. Mahkamah Konstitusi pada September 2018 menolak permohonan oleh asosiasi warisan independen untuk membuka bangunan itu untuk ibadah umat Islam.
 
Oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) yang beraliran sekuler, menuduh pemerintah menggunakan masalah ini untuk mengalihkan perhatian pemilih dari kesengsaraan ekonomi dan masalah lain setelah pandemi virus korona.
 
"Erdogan tampaknya menanggapi penurunan dukungan pemilih, yang kemungkinan merupakan dampak dari penurunan ekonomi Turki yang diinduksi covid-19," kata Erdemir.
 
Erdemir menambahkan, pendukung Erdogan memuji keputusan itu karena dijadikan perayaan mewah untuk peringatan penaklukan Konstantinopel tahun 1453. Pada awal 1994 ketika ia mencalonkan diri sebagai wali kota Istanbul, Erdogan berjanji akan membuka Hagia Sophia untuk ibadah.

5. Posisi komunitas internasional

Keputusan penting tersebut telah mengobarkan ketegangan tidak hanya dengan Barat dan musuh bersejarah Turki, Yunani, tetapi juga Rusia. Selama ini Rusia dan pemerintahan Erdogan telah menjalin kemitraan yang semakin dekat dalam beberapa tahun terakhir.
 
Hubungan Turki-Yunani sudah tegang karena migrasi dan pengeboran di Mediterania timur.
 
Yunani menyebut tindakan itu sebagai "provokasi terbuka terhadap dunia beradab”. Sementara Gereja Ortodoks Rusia mengatakan Turki telah mengabaikan ‘jutaan orang Kristen’ dengan keputusannya.
 
Amerika Serikat juga mendesak untuk tidak mengubah statusnya. Badan kebudayaan PBB, UNESCO, Jumat pagi memperingatkan Turki agar tidak mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Mereka mendesak dialog sebelum keputusan diambil.

 

(FJR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif