Youssef Qaddoum disebut sebagai salah satu karateka berbakat asal Palestina yang telah berpartisipasi dalam banyak turnamen. (Al-Zaytoun / Instagram)
Youssef Qaddoum disebut sebagai salah satu karateka berbakat asal Palestina yang telah berpartisipasi dalam banyak turnamen. (Al-Zaytoun / Instagram)

Karateka Palestina Termasuk Korban Tewas Serangan Israel di Gaza

Willy Haryono • 07 Agustus 2022 21:06
Gaza: Seorang karateka Palestina diidentifikasi sebagai salah satu korban tewas serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Jumat kemarin. Serangan udara Israel yang dibalas peluncuran roket oleh kelompok Islamic Jihad berlanjut hingga hari ketiga pada Minggu, 7 Agustus 2022.
 
Youssef Qaddoum, anggota klub olahraga Al-Zaytoun, dikabarkan tewas dalam serangan udara Israel di wilayah Al-Shuja'iyya di kota Gaza bagian timur.
 
Kantor berita Shehab mengutip keterangan klub tersebut yang melaporkan bahwa "Youssef Qaddoum dan beberapa tetangganya terkena serangan rudal Zionis saat sedang berada di dalam rumah."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari The New Arab, klub Al-Zaytoun mengatakan bahwa Qaddoum langsung meninggal dunia di lokasi kejadian. Pihak klub juga telah menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban, dan meminta semua organisasi hak asasi manusia untuk mengecam kejahatan pasukan Israel.
 
Qaddoum, pria berusia 24 tahun, disebut sebagai salah satu karateka berbakat yang telah berpartisipasi dalam berbagai turnamen.
 
Dewan Agung untuk Pemuda dan Olahraga Palestina mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Qaddoum. "Kami mengecam rangkaian aksi kriminal entitas Zionis terhadap masyarakat Palestina secara umum, dan terhadap atlet secara khusus," ujar dewan tersebut.
 
Menurut laporan media lokal, Qaddoum adalah anak dari Suleiman Qaddoum, yang tewas diserang pasukan Israel di Netzarim pada 2002.
 
Sejak Jumat kemarin, Israel meluncurkan serangkaian serangan di Gaza, yang telah menewaskan setidaknya 32 orang -- termasuk enam anak-anak. Lebih dari 200 orang juga terluka dalam serangan tersebut.
 
Ketegangan terbaru ini berlangsung antara pasukan Israel dan Islamic Jihad. Israel menegaskan bahwa operasi di Gaza ditujukan untuk mencegah potensi serangan dari Islamic Jihad.
 
Dua anggota senior Islamic Jihad, Taysir al-Jabari dan Khaled Mansour, dipastikan tewas dalam serangan Israel. Islamic Jihad membalas serangan ini dengan meluncurkan ratusan roket ke wilayah Israel.
 
Menurut keterangan juru bicara militer Israel Ran Kochav, operasi di Jalur Gaza dapat berlangsung "selama sepekan" atau bahkan lebih lama tergantung situasi di lapangan.
 
Baca:  Israel Bunuh Komandan Kedua Islamic Jihad, Korban Tewas di Gaza Jadi 32 Orang
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif