Tim forensik kepolisian Prancis di lokasi kejadian penikaman di Nice. Foto: AFP
Tim forensik kepolisian Prancis di lokasi kejadian penikaman di Nice. Foto: AFP

Arab Saudi Kutuk Serangan di Nice

Internasional arab saudi prancis Pembunuhan di Nice
Marcheilla Ariesta • 30 Oktober 2020 15:10
Riyadh: Arab Saudi mengutuk serangan di sebuah gereja di kota Nice, Prancis yang menewaskan tiga orang pada Kamis, 29 Oktober 2020 kemarin. Mereka mengatakan serangan tersebut tidak mewakili agama mana pun.
 
Baca: Tiga Tewas dalam Serangan di Prancis, Salah Satu Korban Dipenggal.
 
"Serangan ekstremis tidak mencerminkan agama, kepercayaan atau naluri manusia," kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam pernyataan, dilansir dari Arab News, Jumat, 30 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arab Saudi menegaskan mereka menolak praktik yang menumbuhkan kebencian, kekerasan dan ekstremisme.
 
Dalam pernyataan ini, Kemenlu Arab Saudi menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah serta masyarakat Prancis. Mereka berharap korban terluka segera pulih.
 
Liga Dunia Muslim (MWL) juga mengutuk serangan itu dan menggambarkannya sebagai kejahatan teroris.
 
MWL menambahkan bahwa Islam tidak bersalah atas serangan semacam itu dan menganggapnya sebagai 'kejahatan keji' yang merupakan 'produk' ideologi teroris.
 
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga mengutuk serangan tersebut dan mengatakan menolak ekstremisme dan terorisme dalam segala bentuk terlepas dari motifnya.
 
Dewan Cendekiawan Senior mengutuk serangan di Nice dan mengatakan bahwa tugas semua manusia mempraktikkan toleransi dan kerja sama membangun dunia. Menurut mereka, Islam mengutamakan untuk melindungi warga sipil.
 
Tak hanya itu, Dewan Kerjasama Teluk (GCC), serta pemimpin-pemimpin negara seperti Kuwait, Bahrain, Mesir, Turki, Vatikan dan negara lainnya juga mengutuk serangan tersebut.
 
Serangan ini menewaskan tiga orang yang salah satu korbannya dipenggal. Pelakunya diketahui bernama Brahim Aouissaoui merupakan seorang migran asal Tunisia yang baru masuk ke Prancis awal bulan ini.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif