Sebuah sistem penangkal udara Suriah berhasl cegat rudal dari Israel. Foto: AFP
Sebuah sistem penangkal udara Suriah berhasl cegat rudal dari Israel. Foto: AFP

Suriah Cegat Serangan Rudal Israel

Internasional Palestina suriah Israel Lebanon
Medcom • 27 April 2022 09:51
Damaskus: Sistem pertahanan udara Suriah mencegat serangan rudal Israel dekat ibu kota, Damaskus. Hal itu dilaporkan media setempat Rabu, 27 April 2022.
 
“Pertahanan udara kami menghadapi serangan Israel di pinggiran Damaskus,” lapor media SANA, tanpa informasi lebih lanjut.
 
Wartawan AFP di ibu kota Suriah mendengar ledakan-ledakan besar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak pecahnya perang saudara di Suriah tahun 2011, Israel telah melakukan ratusan udara ke dalam negara tersebut. Serangan Israel menargetkan titik-titik pemerintahan, juga pasukan yang didukung Iran dan anggota kelompok bersenjata Syiah, Hizbullah.
 
Walau Israel jarang mengomentari masing-masing serangan, pihaknya mengaku telah mengirimkan ratusan serangan sejak 2011.
 
Konflik di Suriah menewaskan hampir sejuta rakyat dan memaksa setengah populasi asli mengungsi.


Israel biang konflik

Serangan udara di Suriah dari Israel menambah deretan serangan serupa terhadap Lebanon dan Palestina. Di Palestina sendiri rangkaian serangan Israel telah menewaskan hingga 25 warga, sejak akhir Maret.
 
Terakhir Seorang warga Palestina tewas pada Selasa 26 April 2022 setelah pasukan Israel menyerbu sebuah kamp pengungsi di Tepi Barat yang diduduki. Kepastian dari Kementerian Kesehatan Palestina ini menambah insiden terbaru dalam gelombang kekerasan.
 
Seorang juru bicara militer Israel mengatakan kepada AFP bahwa insiden itu sedang diselidiki.
 
Sebelumnya Israel juga melakukan serangan ke Lebanon. Sebuah proyektil ditembakkan dari Lebanon ke Israel utara, memicu pembalasan. Pihak Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Senin 25 April 2022 menyebutkan mereka melakukan serangan balasan.
 
Proyektil itu jatuh di lapangan terbuka dekat Kibbutz. Namun pihak Israel tidak menyebutkan adanya korban.
 
Kedua belah pihak terlibat perang yang menghancurkan pada 2006, setelah Hizbullah menangkap dua tentara Israel. Konflik 34 hari itu menewaskan 1.200 orang di Lebanon, sebagian besar warga sipil, dan 160 warga Israel, sebagian besar tentara.
 
Pertempuran berakhir dengan gencatan senjata yang didukung PBB yang melihat tentara Lebanon ditempatkan di daerah perbatasan. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif