Menggunakan pakaian hitam dan masker, Khamenei berpartisipasi dalam acara keagamaan Arbaeen yang biasa dirayakan Muslim Syiah pada setiap tahunnya.
Seremoni tahunan dengan kehadiran sang pemimpin agung juga didampingi perwakilan grup pelajar. Acara bisa kembali digelar, setelah dua tahun sebelumnya dibatalkan akibat pandemi Covid-19.
Dikutip dari laman Al Jazeera, serangkaian foto di sebuah situs khusus pemimpin agung memperlihatkan Khamenei berjalan, melambaikan tangan ke arah kerumunan massa dan duduk menyaksikan seremoni Arbaeen.
Kehadirannya di acara Arbaeen berlangsung setelah kemunculan sejumlah laporan bahwa pria 83 tahun itu mengidap "sakit keras."
Jumat kemarin, media New York Times mengutip empat sumber anonim yang melaporkan bahwa kondisi kesehatan Khamenei menurun pekan kemarin usai dirinya mengalami sakit parah di bagian perut. Disebutkan bahwa Khamenei telah menjalani operasi konstruksi usus.
New York Times juga melaporkan bahwa Khamenei terlalu lemah untuk hanya sekadar duduk, sehingga dirinya membatalkan semua pertemuan publik.
Pemerintah Iran selama ini jarang berkomentar mengenai kesehatan Khamanei, dan relatif diam terhadap laporan-laporan terkait sang pemimpin agung.
Laporan mengenai kesehatan Khamenei, dan juga rumor mengenai kematiannya, pernah menjadi pemberitaan utama dalam beberapa tahun terakhir. Khamenei, yang menjadi pemimpin agung Iran sejak 1989, telah menjalani operasi kanker prostat pada 2014.
Baca: Pemimpin Agung Iran Terima Dosis Pertama Vaksin Covid-19
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News