Mayat korban tewas kapal tenggelam di Lebanon./AFP
Mayat korban tewas kapal tenggelam di Lebanon./AFP

Kapal Migran Terbalik di Lebanon, 6 Orang Tewas

Internasional imigran gelap Lebanon Kapal Imigran Terbalik
Marcheilla Ariesta • 25 April 2022 11:11
Tripoli: Sebanyak enam orang tewas dalam insiden kapal migran kelebihan muatan terbalik di Lebanon. Kapal terbalik dalam pengejaran oleh pasukan angkatan laut.
 
Sebanyak 48 orang berhasil diselamatkan dari kapal terbalik itu. Tragedi ini memicu protes kemarahan di Tripoli.
 
Kecelakaan itu terjadi jelang pemilihan parlemen, 15 Mei mendatang. Ini bukan kali pertama kecelakaan serupa terjadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasukan angkatan laut Lebanon mengatakan kapal itu membawa hampir 60 orang ketika tenggelam di dekat Tripoli. 
 
"Angkatan laut angkatan darat berhasil menyelamatkan 48 orang dan mengambil mayat seorang gadis dari kapal yang tenggelam ketika mencoba menyelundupkan mereka secara ilegal," kata sebuah pernyataan, dilansir dari AFP, Senin, 25 April 2022.
 
"Mayoritas penumpang kapal berhasil diselamatkan," sambung militer.
 
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan, militer menemukan lima mayat di lepas pantai Tripoli kemarin. Sementara itu, para pengunjuk rasa memotong jalan raya dari kota ke wilayah Akkar.
 
Beberapa pemuda melemparkan batu ke dua tank tentara dan pos pemeriksaan militer di dekat kamar mayat kota. Koresponden AFP melaporkan, tentara melepaskan tembakan peringatan ke udara agar protes tidak berubah anarkis.
 
Kerabat para korban meratap ketika mereka mengunjungi kamar mayat. Sementara yang lain memadati pelabuhan, putus asa untuk mencari kabar keluarganya.
 
"Keponakan saya, dia memiliki lima anak dan istrinya sedang mengandung anak kembar. Dia mencoba melarikan diri dari kelaparan dan kemiskinan," kata seorang pria kepada AFP.
 
Baca juga: Kapal Imigran Terbalik di Florida, 39 Orang Dilaporkan Hilang
 
Haissam Dannaoui, kepala pasukan angkatan laut Lebanon, mengatakan kapal sepanjang 10 meter yang dibangun pada tahun 1974 itu melaut tanpa tindakan pencegahan keamanan.
 
"Pasukan berusaha menggagalkan operasi penyelundupan tetapi tidak dapat mencapai titik keberangkatan tepat waktu," katanya.
 
Pengejaran laut berikutnya melibatkan dua patroli angkatan laut yang mencoba memaksa kapal migran untuk kembali. "Sayangnya, kapten (kapal) memutuskan untuk melakukan manuver untuk melarikan diri yang menyebabkan kapal menabrak kapal patroli," sambung dia.
 
Akibatnya, lambung kapal migran retak dan menyebabkan tenggelam dengan sangat cepat.
 
"Dalam waktu kurang dari lima detik, kapal itu berada di bawah air," tutur Dannaoui.
 
Tetapi salah satu yang selamat mengatakan sebuah kapal angkatan laut sengaja menabrak kapal migran untuk memaksanya kembali.
 
Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Lebanon Najat Rochdi menyerukan diakhirinya tragedi berulang seperti itu. "Mengerikan melihat kemiskinan masih mendorong orang untuk melakukan perjalanan berbahaya melintasi lautan," katanya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif