Warga Lebanon melihat sisa-sisa ledakan di Pelabuhan Beirut. Foto: AFP
Warga Lebanon melihat sisa-sisa ledakan di Pelabuhan Beirut. Foto: AFP

Penggalangan Dana Internasional Kumpulkan Rp4,3 Triliun untuk Lebanon

Internasional Ledakan Lebanon
Marcheilla Ariesta • 10 Agustus 2020 16:27
Beirut: Sejumlah negara memberikan bantuan total USD298 juta atau sekitar Rp4,39 triliun untuk bantuan kemanusiaan kepada Lebanon. Penggalangan dana internasional ini merupakan dukungan bagi negara yang tengah dilanda krisis beberapa hari setelah ledakan yang melemahkan di Ibu Kota, Beirut.
 
Baca: Komite Investigasi Ledakan Beirut Rampungkan Penyelidikan.
 
Dalam pernyataan bersama, negara-negara donor mengatakan bantuan keuangan akan langsung dikirimkan kepada penduduk Lebanon. Mereka menawarkan dukungan untuk penyelidikan tidak memihak, kredibel, dan independen atas insiden yang menewaskan lebih dari 150 jiwa dan melukai sekitar 6.000 orang tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang memimpin konferensi tersebut menaikkan pemberian dana bantuan Rp4,39 triliun. Macron menambahkan, dana tersebut akan mendukung perawatan kesehatan, keamanan pangan, pendidikan, dan perumahan.
 
"Pemerintah Lebanon sekarang harus melaksanakan reformasi politik dan ekonomi yang diminta rakyat, dan yang memungkinkan komunitas internasional bertindak secara efektif bersama Lebanon untuk rekonstruksi," tutur Macron, dilansir dari Al Jazeera, Senin, 10 Agustus 2020.
 
Prancis, imbuhnya, telah menyelenggarakan empat konferensi donor untuk Lebanon dalam 20 tahun terakhir, di mana lebih dari USD20 miliar (setara Rp294,8 triliun). Sebagian besar bergantung pada reformasi yang tidak dilaksanakan.
 
Saat ini, Lebanon menderita krisis ekonomi besar ditambah lagi dengan wabah virus korona yang berkembang serta ledakan dahsyat yang menyebabkan 300 ribu orang kehilangan tempat tinggal.
 
Baca: Korsel Kirim Masker dan Kebutuhan Pokok ke Lebanon.
 
Di pelabuhan Beirut, pusat ledakan rumah sakit dan sekolah di seluruh kota hancur. Sekitar 36 negara dan organisasi internasional berpartisipasi dalam konferensi daring yang diadakan di bawah naungan PBB.
 
Beberapa pemimpin negara yang hadir dalam pertemuan daring itu antara lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Raja Yordania Abdullah II, dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif