Pasukan Yaman yang loyal kepada Pemberontak Houthi. Foto: AFP
Pasukan Yaman yang loyal kepada Pemberontak Houthi. Foto: AFP

Yaman Siap Gencatan Senjata Meski Ada Pelanggaran Houthi

Internasional arab saudi Pemberontak Houthi Yaman
Fajar Nugraha • 02 Mei 2022 16:06
Riyadh: Presiden dewan kepemimpinan Yaman mengatakan bahwa pemerintahnya menghormati gencatan senjata di negara itu meskipun milisi Houthi mengabaikannya.
 
“Kami mengonfirmasi kepatuhan kami terhadap gencatan senjata, terlepas dari semua pelanggaran milisi Houthi,” ujar Rashad Al-Alimi, seperti dikutip Arab News, Senin 2 Mei 2022.
 
Dia mengatakan dewannya akan menjaga konsensus dan kemitraan untuk membantu negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Al-Alimi juga berterima kasih kepada Arab Saudi dan UEA atas dukungan mereka untuk rakyat Yaman.
 
Gencatan senjata dua bulan, yang dimulai pada awal Ramadan, telah berulang kali dilanggar oleh milisi yang didukung Iran. Ini khususnya di wilayah Marib di mana mereka menggunakan penghentian pertempuran untuk mendapatkan keuntungan militer strategis karena mereka bertujuan untuk mengambil alih sumber daya provinsi kaya dari kontrol pemerintah.
 
Perang Saudara dimulai pada akhir 2014 terutama antara pemerintah Yaman yang dipimpin oleh Abdrabbuh Mansur Hadi dan gerakan pemberontak Houthi, beserta pendukung dan sekutunya. Keduanya mengklaim sebagai pemerintah resmi Yaman.
 
Perang saudara dimulai pada September 2014 ketika pasukan Houthi mengambil alih ibu kota Sanaa, yang diikuti oleh pengambilalihan pemerintah oleh Houthi dengan cepat. Pada 21 Maret 2015, Komite Revolusi Tertinggi yang dipimpin Houthi mendeklarasikan mobilisasi umum untuk menggulingkan Hadi dan memperluas kendali mereka dengan mendorong ke provinsi-provinsi selatan.
 
Serangan Houthi, yang bersekutu dengan pasukan militer yang setia kepada Saleh, mulai bertempur keesokan harinya di Kegubernuran Lahij. Pada 25 Maret, Lahij jatuh ke tangan Houthi dan mereka mencapai pinggiran Aden, pusat kekuasaan pemerintahan Hadi.
 
Hadi melarikan diri dari negara itu pada hari yang sama. Bersamaan dengan itu, sebuah koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi meluncurkan operasi militer dengan menggunakan serangan udara untuk memulihkan bekas pemerintah Yaman. Meskipun tidak ada intervensi langsung oleh Iran, yang mendukung Houthi, konflik tersebut telah dilihat oleh sumber-sumber Barat sebagai perpanjangan dari konflik proksi Iran–Arab Saudi dan sebagai sarana untuk memerangi pengaruh Iran di wilayah tersebut.
 
Pasukan Houthi saat ini menguasai ibu kota Sanaa dan seluruh Yaman Utara kecuali Kegubernuran Marib. Mereka bentrok dengan pasukan pro-pemerintah yang didukung Saudi yang setia kepada Hadi.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif