William Ruto (kanan) diumumkan sebagai presiden Kenya yang baru./AFP
William Ruto (kanan) diumumkan sebagai presiden Kenya yang baru./AFP

Penentangan Berkumandang Saat Presiden Terpilih Kenya Diumumkan

Marcheilla Ariesta • 16 Agustus 2022 06:44
Nairobi: Ketua pemilihan Kenya menyatakan, Wakil Presiden William Ruto sebagai pemenang pemilihan presiden yang ketat pada Senin, 15 Agustus 2022. Namun, beberapa pejabat pemilihan senior tidak mengakui hasilnya.
 
Hal ini memicu kekhawatiran akan kekerasan yang meluas seperti yang terlihat setelah pemilihan yang disengketakan sebelumnya. Ruto menyebut komisi pemilihan sebagai "pahlawan" setelah dia dinyatakan sebagai pemenang.
 
"Tidak ada kata mundur. Kami melihat ke masa depan. Kami membutuhkan semua tangan untuk bergerak maju," kata Ruto, dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 16 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pria 55 tahun itu telah menjadikan Kenya sebagai pusat kampanyenya untuk menjadi presiden kelima negara tersebut. Dia mencemooh dinasti politik Kenya - lawannya Raila Odinga dan Presiden Uhuru Kenyatta, masing-masing putra wakil presiden dan presiden pertama negara itu. 
 
Kenyatta, yang telah menjalani batas dua masa jabatannya sebagai presiden, berselisih dengan Ruto setelah pemilihan terakhir dan kali ini mendukung Odinga, melakukan upaya kelimanya untuk memenangkan kursi kepresidenan.
 
Begitu menjabat, Ruto harus menghadapi krisis ekonomi dan sosial di ekonomi paling maju di Afrika Timur. Warga Kenya yang miskin sudah terhuyung-huyung akibat dampak covid-19, kini terpukul oleh kenaikan harga pangan dan bahan bakar global.
 
Baca juga: Kenya Berduka, Wajah Presiden Mwai Kibaki Hiasi Surat Kabar
 
Kekeringan terburuk selama 40 tahun juga menghancurkan bagian utara negara itu, membuat 4,1 juta orang bergantung pada bantuan pangan. Sementara, tingkat utangnya melonjak.
 
Beberapa menit sebelum ketua komisi pemilihan Wafula Chebukati mengumumkan bahwa Ruto menang, wakilnya Juliana Cherera mengatakan kepada media di lokasi terpisah bahwa dia dan tiga komisioner lainnya tidak mengakui hasil tersebut.
 
"Kami tidak dapat mengambil kepemilikan atas hasil yang akan diumumkan, karena sifat buram dari fase terakhir pemilihan umum ini," katanya.
 
Komisi Pemilihan Umum Kenya memiliki tujuh komisioner. Mereka telah memperkenalkan banyak pemeriksaan dan keseimbangan untuk mencoba mencegah perselisihan seperti yang mengarah pada kekerasan di mana lebih dari 1.200 orang tewas setelah pemilihan 2007. 
 
Pada 2017, lebih dari 100 orang tewas setelah Mahkamah Agung membatalkan hasil awal karena penyimpangan dalam proses pemilihan.
 
Di tengah kekhawatiran bahwa tuduhan kecurangan suara dapat mengarah pada adegan berdarah seperti yang terjadi setelah pemilihan presiden pada 2007 dan 2017, Cherera mendesak para pihak untuk melanjutkan perselisihan melalui pengadilan.
 
Para diplomat dan pengamat internasional dibawa keluar dari aula penghitungan sebelum Chebukati berbicara, saat bentrokan pecah.
 
Sebelum mengumumkan Ruto sebagai pemenang, Chebukati mengatakan dua komisioner dan kepala eksekutif komisi pemilihan terluka dan sedang dirawat. Berdasarkan penghitungan suara, Chebukati mengatakan Ruto telah memenangkan 50,49 persen suara, melawan 48,5 persen dari Odinga.
 
Kandidat yang menang harus mendapatkan 50 persen suara plus satu.
 
PBB mencatat hasilnya, kata juru bicara PBB Stephane Dujarric, dan mendorong semua kandidat untuk menggunakan jalur hukum untuk mengatasi setiap tantangan yang mungkin muncul.

 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif