Presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi janji percepatan vaksinasi covid-19. Foto: AFP
Presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi janji percepatan vaksinasi covid-19. Foto: AFP

Prioritas Presiden Terpilih Iran: Percepatan Vaksinasi Covid-19

M Sholahadhin Azhar • 23 Juni 2021 06:51
Teheran: Presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi berjanji pemerintahnya akan memulai vaksinasi covid-19 yang cepat. Ini amat penting untuk membantu meluncurkan kembali ekonomi di pusat pandemi di Timur Tengah.
 
"Vaksinasi umum tercepat akan menjadi salah satu program langsung kami sejak hari pertama pemerintahan," kata Raisi dalam sambutannya yang disiarkan langsung oleh TV pemerintah, seperti dikutip AFP, Rabu 23 Juni 2021.
 
"Vaksin yang diproduksi di dalam negeri, dan jika perlu yang diproduksi di luar negeri (akan diperoleh) dengan cepat. Sehingga orang akan merasa nyaman dan ekonomi akan berkembang," kata Raisi dalam pidatonya di kota suci Muslim Syiah, Masyhad.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Presiden Terpilih Iran Enggan Bertemu dengan Joe Biden.
 
Pemerintahan Presiden Hassan Rouhani yang akan berakhir telah menghadapi kritik karena upaya vaksinasi yang lambat. Lambatnya vaksin yang diperoleh, menurut pejabat Iran disebabkan karena sanksi AS yang menghambat upaya untuk membeli vaksin asing dan keterlambatan pengiriman.
 
“Iran akan fokus menggunakan tiga vaksin covid-19 buatan lokal, termasuk Sputnik V Rusia dan vaksin yang diproduksi bersama dengan Kuba,” kata juru bicara pemerintah saat ini, Ali Rabiei.
 
“Vaksinasi dengan vaksin COVIran Barakat, yang dikembangkan oleh konglomerat yang berafiliasi dengan pemerintah, dimulai minggu ini,” tegas Rabiei.
 
Iran, yang telah kehilangan 83.217 dari 83 juta populasinya karena virus, meluncurkan uji coba COVIran pada manusia pada Desember dan sejak itu memulai uji klinis setidaknya tiga vaksin lainnya.
 
Rabiei mengatakan vaksin Pasteurcovac, yang dikenal sebagai Soberana 2 di Kuba, diharapkan akan dilisensikan untuk penggunaan umum minggu ini di Iran.
 
Vaksin bersama Iran-Kuba telah diterima oleh 24.000 orang dalam uji klinis di Iran, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Kianush Jahanpur di Twitter. Kuba mengatakan vaksin itu terbukti 62 persen efektif hanya dengan dua dari tiga dosisnya.
 
"Vaksin Sputnik V produksi dalam negeri akan masuk vaksinasi umum mulai minggu depan," kata Rabiei.
 
Iran mengumumkan rencana pada akhir Maret untuk meluncurkan produksi dalam negeri Sputnik V. Namun dengan Raisi yang akan memegang pemerintahan mulai Agustus, percepatan vaksin sepertinya akan bisa tercapai.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif