Kairo: Puluhan ribu warga Mesir menuntut British Museum mengembalikan batu Rosetta. Batu itu merupakan peninggalan kuno yang berisi tiga terjemahan dekrit antara Ptolemeus yang berkuasa saat itu dan sekte pendeta Mesir.
Ukiran bilingual pada batu yang berasal dari abad ke-2 sebelum masehi. Keberadaan batu ini menjadi bukti terobosan dalam penguraian hieroglif Mesir kuno setelah digali oleh penjajah di Mesir pada 1799.
Pasukan Kerajaan Inggris mengambil batu tersebut di tahun 1801.
Baca juga: Bersitegang Sejak 2013, Erdogan dan Sisi Akhirnya Bertemu di Qatar
Lempengan granit hitam telah menjadi fokus perdebatan tentang siapa yang memiliki artefak kuno yang disimpan di museum Barat.
Menurut seorang pakar Mesir kuno dan Dekan Akademi Arab untuk Sains, Teknologi & Transportasi Maritim di Kairo, Monica Hanna, penahanan Rosetta menjadi simbol perampasan oleh Barat.
"Penahanan batu oleh Museum Inggris adalah simbol kekerasan budaya Barat terhadap Mesir," katanya, dilansir dari Euro News, Rabu, 30 November 2022.
Hanna mengumpulkan 4.200 tanda tangan, serta 100 ribu tanda tangan dalam dua petisi. Isi keduanya sama, yakni menyerukan agar relik itu dikembalikan ke Mesir.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan