Penguin di Afrika Selatan./AFP
Penguin di Afrika Selatan./AFP

Kasihan Banget, Puluhan Penguin di Afrika Selatan Mati Akibat Flu Burung

Marcheilla Ariesta • 01 Oktober 2022 20:44
Cape Town: Banyak penguin mati akibat flu burung di pantai Boulders Cape Town, Afrika Selatan. Objek wisata ini menjadi tempat berkembang biak penguin yang sangat penting di negara itu.
 
Kematian puluhan penguin ini meningkatkan kekhawatiran atas nasib spesies tersebut dan burung laut lainnya.
 
David Roberts, seorang dokter hewan klinis di Yayasan Afrika Selatan untuk Konservasi Burung Pesisir, mengatakan bahwa setidaknya 28 dari sekitar 3.000 penguin di koloni Boulders Cape Town telah mati akibat flu burung sejak pertengahan Agustus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami telah mengonfirmasi flu burung di tubuh 14 penguin Afrika sejak pertengahan Agustus," kata Roberts, dikutip dari Malay Mail, Sabtu, 1 Oktober 2022.
 
Ia menambahkan, 14 penguin lainnya juga terinfeksi, namun bukan virus flu burung.
 
Baca juga: Afrika Selatan 'Mengekor' India, Desak Inggris Kembalikan Berlian Great Star of Africa
 
"Ini merupakan kelanjutan dari wabah yang terjadi tahun lalu dan mmengaruhi beberapa spesies burung laut. Saat ini kami cukup prihatin karena jumlah penguin yang terkena dan mati akibat penyakit flu burung terus meningkat," sambungnya.
 
Otoritas lingkungan Afrika Selatan mengatakan pada 16 September lalu, bahwa jenis flu burung ini mirip dengan yang terdeteksi tahun lalu di berbagai jenis burung laut liar, termasuk burung kormoran Cape dan burung dara laut.
 
Roberts mengatakan, para ilmuwan terus memantau situasi terkini dan belum dapat memastikan akan ke arah mana wabah ini berkembang.
 
"Karena virus ini menular antar burung, kami melakukan segala yang kami bisa untuk mengurangi tingkat penularan di antara penguin," ucap Alison Kock, ahli biologi kelautan di Taman Nasional Afrika Selatan.
 
Untuk mengidentifikasi dan mengeluarkan burung yang sakit dari koloni, para ilmuwan Afrika Selatan melakukan tes atau mendiagnosis penguin berdasarkan gejalanya. Burung yang sakit disuntik mati dan dikremasi untuk mengurangi penyebaran penyakit.
 
"Hampir tidak ada risiko bagi manusia dari virus ini, tetapi kami meminta masyarakat untuk memastikan bahwa ketika mengunjungi koloni itu, mereka harus mendisinfeksi sepatu mereka karena dapat menularkan virus di antara koloni burung laut berbeda dan juga peternakan unggas," pungkas Roberts.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif