Presiden Israel Isaac Herzog (tengah). Foto: AFP
Presiden Israel Isaac Herzog (tengah). Foto: AFP

Kunjungan Presiden Israel ke Uni Emirat Arab Disambut Serangan Roket Houthi

Fajar Nugraha • 31 Januari 2022 07:04
Abu Dhabi: Uni Emirat Arab (UEA) mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Pemberontak Houthi, Yaman sebelum Subuh pada Senin 31 Januari 2022. Ini menandai insiden ketiga dalam Januari.
 
“Puing-puing dari rudal jatuh di daerah yang tidak berpenghuni dan tidak menimbulkan korban,” kata Kementerian Pertahanan UEA, seperti dikutip Middle East Eye.
 
Baca: Israel Dukung Penuh UEA Terkait Serangan Houthi di Abu Dhabi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Insiden itu menyusul dua serangan sebelumnya di UEA dalam beberapa pekan terakhir. Dalam serangan pertama pada 17 Januari, tiga pekerja asing tewas, sedangkan serangan kedua berhasil dicegat.
 
Houthi belum mengomentari serangan Senin tetapi mengatakan mereka akan merilis "dalam beberapa jam mendatang" pernyataan tentang operasi di UEA.
 
Serangan itu terjadi ketika Presiden Israel Isaac Herzog melakukan kunjungan pertamanya ke UEA. UEA menormalkan hubungan dengan Israel di bawah perjanjian yang ditengahi pada 2020 bersama mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
 
"Presiden telah diberitahu tentang rincian insiden itu," kata kantor Herzog dalam sebuah pernyataan mengenai serangan Senin.
 
"Tidak ada bahaya yang ditimbulkan juga tidak ada bahaya yang ditimbulkan kepada presiden dan delegasinya,” imbuh laporan itu
 
AS pada Kamis menyarankan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke UEA karena ancaman rudal Houthi atau serangan pesawat tak berawak.
 
“Kelompok pemberontak yang beroperasi di Yaman telah menyatakan niat untuk menyerang negara-negara tetangga, termasuk UEA, menggunakan rudal dan pesawat tak berawak. Serangan rudal dan pesawat tak berawak baru-baru ini menargetkan daerah berpenduduk dan infrastruktur sipil,” Kementerian Luar Negeri memperingatkan saat itu.
 
UEA adalah bagian dari koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman melawan gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran. Pada 2019, UEA mengatakan telah menarik pasukannya dari Yaman, namun tetap menjadi pemain yang berpengaruh.
 
Perang di Yaman dimulai pada 2014 ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa. Tindakan Houthi mendorong pasukan pimpinan Arab Saudi untuk campur tangan untuk menopang pemerintah pada tahun berikutnya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif