Paus Fransiskus (kiri) berjalan bersama PM Irak Mustafa al-Kadhimi di Baghdad pada Jumat, 5 Maret 2021. (AFP)
Paus Fransiskus (kiri) berjalan bersama PM Irak Mustafa al-Kadhimi di Baghdad pada Jumat, 5 Maret 2021. (AFP)

Tiba di Irak, Paus Fransiskus Serukan Diakhirinya Aksi Kekerasan

Internasional konflik irak paus fransiskus irak
Willy Haryono • 06 Maret 2021 10:20
Baghdad: Paus Fransiskus tiba di Baghdad pada Jumat, 5 Maret, dalam kunjungan historis yang pernah dilakukan seorang paus ke Irak. Kunjungan simbolis ini dilakukan seiring semakin berkurangnya jumlah penganut agama kristen di Irak.
 
Saat menginjakkan kakinya di bandara Baghdad, Fransiskus disambut Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi dan jajaran penari yang menggunakan kostum tradisional grup-grup etnis Irak.
 
Kunjungan Fransiskus selama tiga hari, yang tetap dilakukan meski adanya kekhawatiran mengenai potensi serangan dan infeksi Covid-19, akan dipenuhi aksi-aksi simbolis yang menjadi pengingat akan perlakuan buruk yang diterima umat Kristen di Irak dari waktu ke waktu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam ceramahnya di gereja Our Lady of Salvation Cathedral di Baghdad, Fransiskus menyerukan diakhirinya aksi kekerasan di Irak yang telah menewaskan begitu banyak korban jiwa, termasuk di kalangan penganut agama Kristen.
 
Baca:  Momen Kunjungan Bersejarah Paus Fransiskus di Irak
 
Pada 2010, enam militan membantai dua pemuka agama Kristen yang sedang melakukan misa dan menyendera lebih dari 100 orang. Aksi serangan tersebut menewaskan total 58 orang.
 
"Kematian mereka adalah pengingat bagi kita semua bahwa memicu peperangan, kebencian, kekerasan, dan pertumpahan darah tidak sejalan dengan ajaran agama," kata Fransiskus, dikutip dari laman tvnz.co.nz pada Sabtu, 6 Maret 2021.
 
Enam tahun sebelumnya, gereja katedral di Baghdad adalah satu dari lima gereja yang diserang rentetan bom. Satu gereja lainnya di kota Mosul juga terkena serangan yang sama.
 
Ledakan di gereja Baghdad dan Mosul menewaskan 12 orang, yang merupakan serangan pertama terhadap umat Kristen di Irak sejak terjadinya invasi Amerika Serikat di tahun 2003. Dua ledakan tersebut menandai dimulainya gelombang aksi kekerasan, pemerasan, dan kejahatan yang melanda kelompok minoritas di Irak.
 
Sekitar 1,4 juta penganut agama Kristen hidup di Irak 20 tahun lalu, namun saat ini jumlahnya diestimasi hanya tinggal 400 ribu. Sebagian besar dari mereka tinggal di wilayah otonom Kurdistan.
 
Saat bertemu Presiden Iran Barham Salih di Green Zone, Fransiskus kembali menyerukan diakhirinya aksi kekerasan.
 
"Semoga nantinya semua aksi kekerasan, ekstremisme, dan intoleransi (di Irak) dapat berakhir," ungkap Fransiskus.

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif