Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Foto: AFP
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Foto: AFP

Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas Bertemu dengan Benny Gantz di Israel

Fajar Nugraha • 29 Desember 2021 08:46
Tel Aviv: Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas bertemu Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz pada Selasa 28 Desember 2021. Pertemuan berlangsung selama perjalanan langka Abbas ke Israel untuk melakukan pembicaraan tentang keamanan dan masalah sipil.
 
Gantz mengatakan kepada Abbas bahwa dia bermaksud untuk "terus mempromosikan tindakan untuk memperkuat kepercayaan di bidang ekonomi dan sipil, seperti yang disepakati selama pertemuan terakhir mereka," kata pernyataan Kementerian Pertahanan Israel.
 
"Kedua pria itu membahas masalah keamanan dan sipil," tambah pernyataan tentang pertemuan itu, seperti dikutip AFP, Rabu 29 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Media Israel melaporkan, pertemuan berlangsung di rumah Gantz di Rosh HaAyin, Israel tengah.
 
Pada akhir Agustus, Gantz mengunjungi markas besar Otoritas Palestina untuk melakukan pembicaraan dengan Abbas. Saat itu merupakan pertemuan resmi pertama pada tingkat tinggi dalam beberapa tahun.
 
Tetapi setelah pembicaraan itu, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan, bahwa tidak ada proses perdamaian yang sedang berlangsung dengan Palestina dan tidak akan ada satu pun.
 
Menteri Urusan Sipil Palestina Hussein al-Sheikh mentweet pada hari Rabu bahwa "Abbas bertemu dengan Benny Gantz, di mana pertemuan itu membahas pentingnya menciptakan cakrawala politik yang mengarah pada solusi politik sesuai dengan resolusi internasional".
 
“Kedua tokoh itu juga membahas kondisi tegang di lapangan karena praktik pemukim, dan pertemuan itu membahas banyak masalah keamanan, ekonomi, dan kemanusiaan,” ujar Al-Sheikh.
 
Partai oposisi Likud mengutuk pertemuan terakhir, dengan mengatakan bahwa "konsesi yang berbahaya bagi keamanan Israel hanya masalah waktu".
 
"Pemerintah Israel-Palestina telah menempatkan Palestina dan Abbas kembali dalam agenda. Itu berbahaya bagi Israel," tambah partai itu dalam sebuah pernyataan.
 
Hubungan antara Israel dan Otoritas Palestina, yang berbasis di Tepi Barat yang diduduki Israel, telah memburuk secara substansial dalam beberapa tahun terakhir.
 
Pemimpin Likud Benjamin Netanyahu mengesampingkan masalah ini selama masa jabatannya 2009 hingga 2021 sebagai perdana menteri dengan pembicaraan damai ditangguhkan pada 2014 sementara permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki diperluas.
 
Sementara PM Bennett yang merupakan tokoh sayap kanan  dan juga mantan kepala dewan lobi pemukim yang menentang kenegaraan Palestina, memimpin koalisi yang mengambil alih pada Juni.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif