Hunian hotel di Mekkah, Arab Saudi meningkat selama Ramadan. Foto: SPA
Hunian hotel di Mekkah, Arab Saudi meningkat selama Ramadan. Foto: SPA

'Secercah Harapan' untuk Hotel di Mekkah saat Tingkat Hunian Ramadan Meningkat

Fajar Nugraha • 07 April 2022 08:29
Mekkah: Tingkat hunian di hotel-hotel terkemuka di pusat kota Mekkah, Arab Saudi naik menjadi 95 persen pada minggu pertama Ramadan. Ini menjadi sebuah tanda bahwa sektor perhotelan kota suci itu pulih dari goncangan ekonomi akibat pandemi.
 
Aziz Awliyaa, mantan kepala komite pariwisata dan hotel Kamar Dagang dan Industri Mekkah mengatakan bahwa kembalinya sektor hotel secara bertahap dan aman datang ketika para calon jemaah dari negara-negara di seluruh dunia bersiap untuk ibadah Umrah.
 
“Sektor perhotelan, segmen utama ekonomi Mekkah, sangat terpukul oleh penguncian pandemi dan pembatasan perjalanan,” kata Awliyaa, seperti dikutip Arab News, Kamis 7 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Namun, hotel bintang lima secara bertahap kembali hidup berkat kepercayaan lama penduduk Mekkah pada ‘refadah’ atau menunjukkan keramahan kepada jemaah,” ucap Awliyaa.
 
Pembaruan lisensi pemerintah Arab Saudi untuk periode mendatang juga telah membantu menghidupkan kembali sektor ini setelah pandemi.
 
Awliyaa mengatakan bahwa pandemi covid-19 telah mengubah lebih dari 300.000 kamar hotel di Mekkah menjadi ‘blok beton tak bernyawa’ setelah karyawan dan profesional perhotelan terpaksa meninggalkan industri. “Sekitar 55.000 profesional hotel kehilangan pekerjaan,” menurut statistik Kamar Dagang Makkah.
 
“Sektor perhotelan masih bergulat dengan kekurangan keterampilan serta permintaan. Saat ini, ada sekitar 2.000 hotel di Mekkah dan Madinah dengan 384.500 kamar hotel dan hampir 1,5 juta tempat tidur,” ujar Awliyaa.
 
Menyerukan strategi yang jelas untuk meningkatkan permintaan hotel, Awliyaa mengatakan bahwa menetapkan harga kamar minimum akan memastikan pengembalian pajak yang stabil, serta melindungi keamanan kerja dan menjamin layanan yang andal. Menjadi salah satu praktik terpenting di seluruh dunia dalam menciptakan sektor yang berkelanjutan dan makmur.
 
Fadel Manqal, seorang spesialis pariwisata dan hotel, mengatakan bahwa hotel-hotel di Mekkah menghadapi tantangan besar dalam memulihkan kehidupan ke salah satu sektor ekonomi terpenting Kerajaan. Ribuan pria dan wanita kehilangan pekerjaan di tengah dampak pandemi, katanya.
 
Manqal mengatakan kepada Arab News bahwa dengan pelonggaran pembatasan pandemi dan dimulainya kembali penerbangan internasional, banyak orang ingin mengunjungi Mekkah untuk melakukan ibadah Umrah.
 
Penempatan kembali kader nasional yang terlatih sangat penting karena sektor ini menggandakan upayanya untuk kembali ke pijakan ekonomi yang sehat, katanya.
 
Tingkat hunian hotel bintang lima di pusat kota Mekkah selama akhir pekan pertama Ramadan mencapai 95 persen, kata Manqal.
 
“Kami menyaksikan pengembalian bertahap di sektor ini, secercah harapan bahwa seluruh sektor akan dapat pulih, terutama karena kami memiliki lebih dari 1.300 hotel di Mekkah dan mereka mewakili kekuatan ekonomi yang sangat besar,” imbuh Mangal.
 
Mangal menambahkan bahwa memulihkan kepercayaan wisatawan dan menyediakan layanan lanjutan akan membantu membangun sektor pariwisata yang komprehensif, lebih tangguh, dan andal. Manqal mengatakan bahwa Mekkah memiliki banyak tempat wisata, dan infrastruktur yang kuat dan tertata dengan baik.
 
Kota suci ini juga memiliki pengalaman yang luas dalam menghadapi kerumunan besar, mengatur perjalanan wisata, dan melayani jemaah dari saat kedatangan mereka hingga keberangkatan mereka. Dia memperkirakan jumlah jemaah Umrah dari seluruh dunia akan terus meningkat seiring inisiatif peningkatan permintaan yang membuahkan hasil.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif