Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (kanan) bersama anaknya, Pangeran Mohammed bin Salman. (Fayez Nureldine / AFP)
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (kanan) bersama anaknya, Pangeran Mohammed bin Salman. (Fayez Nureldine / AFP)

Raja Arab Saudi Keluar dari RS Setelah Sepekan Dirawat

Marcheilla Ariesta • 16 Mei 2022 13:16
Riyadh: Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud meninggalkan rumah sakit. Ia sempat dirawat selama sepekan untuk menjalani prosedur medis, termasuk kolonoskopi.
 
Video yang disiarkan Saudi Press Agency (SPA) pada Minggu, 15 Mei malam waktu setempat, menunjukkan raja berusia 86 tahun itu berjalan keluar dari Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal di Jeddah.
 
Ia menggunakan tongkat dan dikelilingi pejabat, termasuk Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Raja pergi (keluar rumah sakit) setelah melakukan pemeriksaan medis dan berhasil menyelesaikan rencana perawatan dan masa pemulihan," kata SPA di akun Twitter mereka, dikutip oleh AFP, Senin, 16 Mei 2022.
 
Selama bertahun-tahun, Kerajaan Arab Saudi berusaha memadamkan spekulasi mengenai kesehatan sang raja. Raja Salman telah berkuasa di negara pengekspor minyak utama dunia itu sejak 2015.
 
Sepekan lalu, SPA melaporkan bahwa hasil kolonoskopi Raja Salman relatif baik. Dokter, dalam laporan itu, mengimbau perawatan di rumah sakit selama beberapa waktu agar sang raja dapat beristirahat.
 
Pada 2017, Arab Saudi menepis laporan dan spekulasi mengenai Raja Salman yang berencana turun takhta demi membukakan jalan bagi MBS. Tiga tahun setelahnya, Raja Salman menjalani operasi untuk mengangkat kantong empedunya.
 
Sebelum dirawat di rumah sakit pekan kemarin, ia juga pernah menjalani perawatan pada Maret lalu. Kala itu, media pemerintah mengatakan, Raja Salman mengganti baterai di alat pacu jantungnya.
 
Di bawah pemerintahan Raja Salman, Arab Saudi telah meluncurkan reformasi ekonomi ambisius untuk era pasca-minyak dan memberikan lebih banyak hak kepada perempuan. Negeri Petro Dolar juga mengadopsi kebijakan luar negeri yang lebih tegas, termasuk mengintervensi konflik di Yaman.
 
Baca:  Laporan Kontradiktif Beredar Seputar Hoaks Meninggalnya Raja Arab Saudi
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif