Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud. (Foto: AFP)
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud. (Foto: AFP)

Saudi Tegaskan Tak Ada Normalisasi Tanpa Status Negara Palestina

Internasional arab saudi palestina israel UEA-Israel
Willy Haryono • 07 September 2020 10:09
Riyadh: Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud menegaskan bahwa tidak akan ada normalisasi dengan Israel tanpa adanya status negara Palestina. Pernyataan disampaikan sang raja dalam sambungan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu 6 September.
 
Dilansir dari Arutz Sheva, Senin 7 September 2020, kedua pemimpin berbicara via telepon usai disepakatinya perjanjian normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab dan Israel yang dimediasi AS bulan lalu. UEA menjadi negara Arab ketiga yang menormalisasi hubungan dengan Israel setelah Mesir dan Yordania.
 
Berbicara kepada Trump, Raja Salman mengapresiasi usaha AS dalam mendukung perdamaian. Ia menegaskan bahwa Saudi ingin melihat solusi adil dan permanen atas isu Palestina, dengan didasarkan pada Arab Peace Initiative yang diusulkan Riyadh pada 2002.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saudi berkukuh agar Israel menerima inisiatif tersebut, yang menyebutkan bahwa 22 negara Arab akan menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai timbal balik dari penarikan Tel Aviv dari Judea dan Samaria.
 
Israel sejauh ini menolak proposal Saudi tersebut karena inisiatif 2002 menyerukan "hak untuk kembali" bagi jutaan keturunan Arab yang melarikan diri sebelum berdirinya negara Israel.
 
Sebelumnya Trump mengatakan bahwa ia berharap Saudi dapat mengikuti langkah UEA dalam menormalisasi hubungan dengan Israel. Seorang anggota senior kerajaan Saudi kemudian menekankan bahwa harga yang harus dibayar untuk normalisasi hubungan dengan Israel adalah pendirian negara Palestina yang berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.
 
Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Namun terdapat rumor bahwa kedua negara mulai melakukan pendekatan dalam beberapa tahun terakhir. Riyadh membantah laporan tersebut.
 
Meski tidak mengakui Israel, pekan kemarin Arab Saudi mengizinkan zona udaranya untuk dilewati penerbangan antara UEA dan Israel.
 
Baca:Putra Mahkota Arab Saudi Bertemu Menantu Trump Bahas Palestina
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif