Tembok pemisah yang dibangun Israel di perbatasan Tepi Barat, Palestina. Foto: AFP
Tembok pemisah yang dibangun Israel di perbatasan Tepi Barat, Palestina. Foto: AFP

Kejadian Penting yang Mengukuhkan Penjajahan Israel Atas Palestina

Internasional palestina israel
Fajar Nugraha • 01 Juli 2020 17:09
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan akan melakukan aneksasi di wilayah Tepi Barat, Palestina pada 1 Juli 2020 ini. Namun ada proses di mana Israel dengan berani bermaksud melakukan aneksasi tersebut.
 
Terbentuknya Israel sendiri sudah merupakan imbas dari kontroversi pada 1948. Didorong dari Deklarasi Balfour hingga ke Perang Enam Hari, ada beberapa tanggal penting yang mendorong terbentuknya Israel dan membuka penjajahan terhadap Palestina.
 
Berikut adalah beberapa tonggak sejarah dalam pembentukan negara Israel, yang didirikan lebih dari tujuh dekade lalu.

1. Didirikan melalui perang

Israel muncul pada Mei 1948, dibentuk dari Palestina. Ketika masa itu, Palestina dikuasai Inggris tiga tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II, saat Nazi membunuh lebih dari enam juta orang Yahudi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Israel segera diserang oleh tetangga-tetangganya di Arab tetapi mengusir mereka. Lebih dari 760.000 warga Palestina diusir atau melarikan diri, menjadi pengungsi.
 
Pada 1956, Israel menyerang Mesir bersama Inggris dan Prancis, yang berusaha untuk membatalkan nasionalisasi Kanal Suez yang strategis.
 
Mereka akhirnya menarik diri di bawah tekanan dari Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet.
 
Pada Juni 1967, Israel memenangkan kemenangan besar atas tetangga-tetangganya di Arab dalam Perang Enam Hari. Kemenangan ini membawa Negara Yahudi tersebut merebut Tepi Barat, termasuk Yerusalem timur, dari Yordania, Dataran Tinggi Golan dari Suriah, dan Jalur Gaza dan Semenanjung Sinai dari Mesir.
 

Pada 1973, Mesir dan Suriah meluncurkan serangan mendadak pada hari libur Yahudi, Yom Kippur, untuk mencoba memenangkan kembali wilayah mereka yang hilang, tetapi serangan berhasil digagalkan.

2. Perjanjian damai

Pada 1978, Israel dan Mesir menyetujui persyaratan damai setelah pembicaraan yang ditengahi oleh Amerika Serikat. Kesepakatan Camp David adalah perjanjian damai pertama antara Israel dan negara Arab.
 
Perjanjian damai ditandatangani pada 1979 oleh perdana menteri Israel Menachem Begin dan Presiden Mesir Anwar Sadat. Sadat akhirnya dibunuh dua tahun kemudian oleh kelompok Islamis yang menentang perjanjian itu.
 
Kesepakatan damai kedua, dengan Yordania menyusul pada 1994. Hingga saat ini hubungan Israel dan Yordania masih naik turun. Yordania termasuk yang bersuara keras terkait rencana aneksasi wilayah Tepi Barat di Palestina.

3. Invasi Lebanon

Pada 1978 dan dilanjutkan pada 1982, Israel menyerang Lebanon yang ketika itu dilanda perang saudara. Perang saudara Lebanon terkait upaya untuk menghentikan serangan lintas perbatasan oleh militan Palestina.
 
Milisi Lebanon yang didukung Israel membunuh ratusan warga sipil di kamp-kamp pengungsi Sabra dan Shatila Palestina di pinggiran kota Beirut.
 
Pasukan Israel tetap di Lebanon selatan sampai tahun 2000. Pada 2006, setelah penculikan tentara Israel oleh kelompok militan Syiah Hizbullah, Israel melancarkan serangan selama sebulan di Lebanon.

4. Intifada

Intifada Palestina pertama, atau pemberontakan, meletus pada 1987. Bentuk perlawanan itu berakhir pada 1993 ketika Israel setuju untuk membatasi otonomi Palestina di Tepi Barat dan Gaza sebagai langkah sementara menuju perjanjian damai yang komprehensif.
 
Kesepakatan itu ditutup dengan jabat tangan bersejarah antara pemimpin Palestina Yasser Arafat dan perdana menteri Israel Yitzhak Rabin, yang dibunuh dua tahun kemudian oleh seorang ekstremis Yahudi.
 
Intifada kedua pecah pada tahun 2000 ketika pemimpin oposisi sayap kanan Israel Ariel Sharon melakukan kunjungan provokatif ke kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem timur yang dicaplok.
 
Tentara Israel menduduki kembali sebagian besar Tepi Barat dalam serangkaian operasi militer skala besar dan mulai membangun penghalang pemisahan antara kedua komunitas yang di beberapa tempat memotong jauh ke wilayah yang diduduki. Intifada berakhir pada 2005.

5. Perang di Gaza

Pada tahun 2005, Israel menarik semua pasukan dan pemukim dari Gaza setelah 38 tahun pendudukan. Ini memberlakukan blokade yang melumpuhkan setelah kelompok Islam Hamas merebut kendali pada 2007.
 
Pada tahun 2014, Israel meluncurkan operasi baru terhadap Gaza, di mana 2.251 warga Palestina dan 74 Israel terbunuh.

6. Dukungan Trump

Pada Desember 2017, Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, sebuah deklarasi yang dikecam oleh Palestina yang menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara mereka di masa depan .
 
Pada Mei 2018, Washington memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Sedangkan di Maret 2019, Trump secara resmi mengakui pencaplokan Dataran Tinggi Golan Israel pada 1981 silam.
 
Pada 28 Januari 2020, Trump mengungkap rencana perdamaian Timur Tengah yang kontroversial yang menyediakan aneksasi petak-petak Tepi Barat oleh Israel.

7. Pemerintahan persatuan

Pada 17 Mei 2020, setelah krisis politik yang berlangsung lebih dari 500 hari, dan tiga pemilihan umum dalam waktu kurang dari setahun, Benjamin Netanyahu kembali berkuasa.
 
Tetapi kekuasaan Netanyahu saat ini tidak absolut. Dia harus membentuk pemerintah persatuan darurat dengan saingan politiknya dalam pemilu, Benny Gantz.
 
Segera setelah membentuk pemerintahan, Netanyahu mengumumkan rencana aneksasi Tepi Barat didasarkan atas rencana perdamaian Timur Tengah dari Trump. Kecaman segera mengalir dari dunia internasional. Bahkan dari dalam negeri Israel masih banyak suara yang menolak.
 
Gantz sendiri menegaskan bahwa 1 Juli belum tentu aneksasi Tepi Barat terwujud. Sementara Netanyahu, meskipun tetap bersikeras akan melakukan aneksasi, belum ada keputusan tetap kapan waktu pencaplokan atas wilayah Tepi Barat itu.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif