Anggota Komisi I DPR Fraksi NasDem Willy Aditya. MI/Susanto
Anggota Komisi I DPR Fraksi NasDem Willy Aditya. MI/Susanto

Indonesia Diminta Terus Tebar Benih Perdamaian di Dunia

Internasional amerika serikat taliban afghanistan Rangkuman Nasional
Achmad Zulfikar Fazli • 02 Maret 2020 17:46
Jakarta: Anggota Komisi I DPR Willy Aditya mengapresiasi peran Indonesia dalam kesepakatan perdamaian Afghanistan atau Comprehensive Peace Agreement (CPA) antara Amerika Serikat dan Taliban. Indonesia diminta terus menebarkan benih perdamaian ke seluruh dunia yang sudah terpolarisasi.
 
"Kita menjadi juru damai dari proses-proses yang terjadi khususnya di negara-negara Islam. Karena apa? pendekatan kultural itu paling efektif, pendekatan historical itu menjadi satu hal yang bisa membuka keran-keran diplomasi itu," ujar Willy kepada Medcom.id di Jakarta, Senin, 2 Maret 2020.
 
Willy mengatakan Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Saat orang menganggap Islam sebagai ancaman, Indonesia bisa hadir dengan membawa pesan Islam yang toleran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Indonesia bisa) menyiarkan ini loh peran-peran diplomasi, peran-peran kemanusiaan dari negara bukan Islam, tapi penduduk Islam terbesar," ujar dia.
 
Indonesia Diminta Terus Tebar Benih Perdamaian di Dunia
Menlu Retno Marsudi (tengah) menghadiri acara penandatanganan perjanjian damai AS-Taliban di Doha, Qatar, 29 Februari 2020. (Kemenlu RI)
 
Penandatanganan perdamaian Afghanistan antara Amerika Serikat dan Taliban berlangsung di Doha, Qatar, Sabtu, 29 Februari 2020. Ini merupakan langkah awal dari proses perdamaian di Afghanistan.
 
Sebelum penandatangan, telah dilakukan pertemuan informal antara para co-facilitator yaitu Qatar, Uzbekistan, Norwegia, Indonesia dan Jerman.
 
Upaya Indonesia untuk berkontribusi dalam perdamaian Afghanistan dimulai secara intensif, atas permintaan Presiden Ghani pada 2017. Komunikasi dan kontak dengan semua pihak terlibat, termasuk Taliban, terus dilakukan, terutama guna membangun rasa percaya bagi para pihak.
 
Baca:Perjanjian AS-Taliban Buka Jalan Perdamaian di Afghanistan
 
Dua isu yang selama ini ditekuni Indonesia, yaitu kerja sama ulama dan pemberdayaan perempuan.
 
Pada 2018, Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan Trilateral Ulama Afghanistan-Indonesia-Pakistan. Indonesia kemudian menyelenggarakan pertemuan perempuan Indonesia-Afghanistan pada 2019.
 
Kesepakatan AS-Taliban memuat empat komponen penting, yaitu kontra terorisme, penarikan pasukan asing dari Afghanistan, perundingan intra-Afghan, serta gencatan senjata yang permanen dan komprehensif.
 
Pengumuman deklarasi bersama antara pemerintah Afghanistan dan Amerika Serikat juga dilakukan di Kabul. Isi deklarasi tersebut yakni mendukung perjanjian damai antara AS dan Taliban.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif