Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Cemooh Instruksi Lockdown Warga Nigeria Ditembak Mati

Internasional Virus Korona nigeria Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 03 April 2020 17:30
Abuja: Seorang pria Nigeria ditembak mati karena dituduh mencemooh perintah tinggal di rumah atau lockdown yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus korona.
 
Nigeria menerapkan serangkaian langkah-langkah, termasuk mengunci kota-kota besar untuk mencoba menahan virus, yang telah menginfeksi 184 orang, dua di antaranya meninggal. Tetapi jumlah warga yang sembuh cukup besar mencapai 20 orang.
 
Joseph Pessu, seorang penduduk kota minyak Warri di negara bagian selatan Delta, tewas pada Kamis oleh seorang tentara yang dikerahkan untuk menegakkan lockdown tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Insiden itu terjadi kemarin dengan para pemuda memprotes," kata juru bicara kepolisian negara bagian Onome Onowakpoyeya kepada AFP, Jumat, 3 April 2020.
 
“Para pemuda yang marah menyalakan api di jalan-jalan tetapi polisi kemudian pulih dengan tenang,” imbuhnya.
 
Dalam sebuah pernyataan Kamis malam, anggota parlemen yang mewakili daerah tersebut mengutuk insiden tersebut dan menyerukan agar para pelaku dituntut.
 
"Mereka yang diberi wewenang untuk membawa senjata dalam membela bangsa harus memahami bahwa ini datang dengan tanggung jawab, terutama ketika kehidupan manusia adalah sakral," tegas Senator Ovie Omo-Agege.
 
"Pembunuhan di Warri adalah satu dari banyak kejadian. Masalah ini seharusnya tidak mengarah pada apa yang disebut dengan pembunuhan di luar proses hukum,” tuturnya.
 
Lebih lanjut Omo-Agege menambahkan telah mendengar bahwa tentara telah menangkap prajurit yang menembak Pessu. Dia menyerukan penyelidikan dan hukuman menyeluruh bagi siapa pun yang bertanggung jawab.
 
Sementara itu, asosiasi jurnalis negara mengatakan beberapa wartawan dilecehkan karena mereka meliput dampak virus corona pada orang-orang di negara bagian itu.
 
"Para jurnalis diserang oleh anggota gugus tugas yang terlalu bersemangat sambil memantau tingkat kepatuhan terhadap arahan tinggal di rumah. Ini biadab, jahat, primitif dan menggelikan,” pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif