Rumah keluarga Palestina di Sheikh Jarrah dihancurkan Israel./AFP
Rumah keluarga Palestina di Sheikh Jarrah dihancurkan Israel./AFP

UNRWA Kutuk Pengusiran Paksa Keluarga Palestina di Sheikh Jarrah

Marcheilla Ariesta • 21 Januari 2022 22:15
Amman: Badan Bantuan dan Pekerjaan untuk Pengungsi PBB (UNRWA) mengutuk pembongkaran rumah dan penggusuran keluarga Salhiyya di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur. Pasukan Israel menggerebek rumah keluarga Palestina pada pukul 03.00 dini hari 19 Januari lalu.
 
Dalam hitungan jam, rumah dan harta benda keluarga Salhiyya dihancurkan. Penggusuran dilakukan saat anak dan ibu keluarga itu sedang tidur.
 
Setelah kehilangan tempat tinggal akibat konflik 1948, keluarga Salhiyya kini kembali mengungsi, mencari perlindungan sekali lagi. Dalam operasi yang bertujuan untuk mengusir keluarga tersebut, pasukan Israel melukai beberapa anggota keluarga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, pasukan Israel menangkap, antara lain, Mahmoud Salhiyya, kepala keluarga, yang mengancam akan bakar diri dua hari lalu. Mahmoud mengatakan itu saat pasukan Israel menghancurkan aktivitas komersial dan sumber mata pencahariannya di sebelah rumah.
 
Mengunjungi tempat kejadian minggu ini, UNRWA Tepi Barat mengamati kehancuran total rumah. Terlihat tas sekolah, pakaian, dan foto keluarga di bawah reruntuhan.
 
"Sayangnya, kasus keluarga Salhiyya tidak unik. Puluhan keluarga pengungsi Palestina di berbagai bagian Sheikh Jarrah saja (lebih dari 200 orang, banyak di antaranya adalah anak-anak) saat ini menghadapi ancaman penggusuran oleh otoritas Israel," kata badan itu, Jumat, 21 Januari 2022.
 
Baca juga: Indonesia Kecam Penggusuran Paksa Warga Palestina di Sheikh Jarrah
 
Menurut data yang dikumpulkan oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada 2022. Diperkirakan 218 rumah tangga Palestina (terdiri dari 970 warga Palestina, 424 di antaranya adalah anak-anak) di Yerusalem Timur berisiko dipindahkan oleh otoritas Israel.
 
UNRWA menyerukan kepada pihak berwenang Israel untuk segera menghentikan semua penggusuran dan pembongkaran di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.
 
"Di bawah hukum humaniter internasional, pemindahan paksa orang-orang yang dilindungi, serta penghancuran properti nyata atau pribadi milik individu atau kolektif orang-orang pribadi oleh Israel, sebagai kekuatan pendudukan, dilarang keras, kecuali jika tindakan-tindakan seperti itu benar-benar diperlukan oleh alasan-alasan militer yang mendesak, atau demi keamanan penduduk yang berada di bawah pendudukan," ujar mereka.
 
"UNRWA menyerukan kepada otoritas Israel untuk mematuhi hukum internasional dan, sebagai kekuatan pendudukan, memastikan perlindungan pengungsi Palestina dan warga sipil di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Semua individu memiliki hak atas perumahan yang aman dan nyaman serta untuk tinggal di damai dan bermartabat," pungkas badan tersebut.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif