Osman Kavala dihadapakan pada tuduhan berupaya menggulingkan pemerintah. Foto: AFP
Osman Kavala dihadapakan pada tuduhan berupaya menggulingkan pemerintah. Foto: AFP

Turki Jatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup pada Aktivis Osman Kavala

Internasional penjara turki Osman Kavala
Marcheilla Ariesta • 26 April 2022 12:41
Ankara: Pengadilan Turki menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada aktivis terkemuka, Osman Kavala. Osman dihadapkan pada tuduhan kontroversial mencoba menggulingkan pemerintah yang membuatnya dipenjara tanpa hukuman selama lebih dari empat tahun.
 
Panel tiga hakim juga memenjarakan tujuh terdakwa lainnya masing-masing selama 18 tahun dengan tuduhan membantu upaya untuk menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan selama protes besar-besaran pada 2013.
 
Putusan itu mendapat kecaman cepat dari beberapa sekutu utama Turki dalam aliansi pertahanan NATO serta para pegiat hak asasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jerman mengatakan, intelektual dan juru kampanye berusia 64 tahun itu harus 'segera dibebaskan'. Sementara dua anggota parlemen Eropa terkemuka yang mengoordinasikan hubungan dengan Ankara mengatakan, keputusan menghukumnya seumur hidup sangat disesalkan.
 
"Tidak ada perspektif Uni Eropa untuk Turki saat ini," sambung anggota parlemen Eropa tersebut, dilansir dari AFP, Selasa, 26 April 2022.
 
Kepala Perwakilan Tertinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Keamanan Joseph Borrell mengutuk hukuman tersebut. Menurutnya, Turki mengabaikan perintah untuk pembebasan Kavala dari Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa.
 
"Hari ini, kami telah menyaksikan parodi keadilan dengan proporsi yang spektakuler," ucap Direktur Amnesty International Eropa, Nils Muiznieks.
 
Sementara itu, filantropis kelahiran Paris itu mengatakan, ia memandang seluruh proses sebagai 'pembunuhan yudisial'.
 
"Ini adalah teori konspirasi yang disusun atas dasar politik dan ideologis," kata Kavala di pengadilan beberapa saat sebelum vonis dijatuhkan.
 
Sidang maraton menggerogoti hubungan strategis Turki dengan sekutu Barat utamanya sejak penangkapan Kavala secara mendadak pada Oktober 2017.
 
Kavala kemudian dikenal sebagai pengusaha bersuara lembut yang menghabiskan sebagian dari kekayaannya untuk mempromosikan budaya dan proyek-proyek yang bertujuan untuk mendamaikan Turki dan musuh bebuyutannya, Armenia.
 
Tetapi Erdogan menggambarkannya sebagai agen sayap kiri dari miliarder AS kelahiran Hungaria George Soros yang dituduh menggunakan uang asing untuk mencoba dan menggulingkan negara.
 
"Kita tidak akan pernah bisa bersama dengan orang-orang seperti Kavala," kata Erdogan pada 2020 silam.
 
Kavala adalah satu dari puluhan ribu orang Turki yang dipenjara atau dipecat dari pekerjaan mereka dalam pembersihan menyusul upaya kudeta berdarah terhadap Erdogan ketika dia sudah menjadi presiden pada 2016.
 
Kavala pertama kali dituduh mendanai gelombang protes 2013 yang oleh beberapa analis dipandang sebagai asal mula sikap Erdogan yang lebih otoriter di paruh kedua dari 20 tahun pemerintahannya.
 
Pengadilan membebaskan pada Februari 2020. Ia kembali ditangkap polisi sebelum sempat pulang ke rumah istrinya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif