Direktur Kantor Penghubung Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) untuk Federasi Rusia, Oleg Kobiakov, mengatakan situasi yang melibatkan Iran telah berkembang menjadi persoalan sistemik.
Ia menyebut gangguan lalu lintas di Selat Hormuz berdampak langsung terhadap distribusi sejumlah komoditas penting.
"Gangguan pada lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz menyebabkan kelangkaan komoditas secara global, yang mengakibatkan memburuknya situasi di pasar pupuk dan kenaikan harga energi," ujar Kobiakov. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi energi dunia. Sejumlah komoditas yang melintasi kawasan tersebut antara lain minyak mentah, produk minyak bumi, hingga gas alam cair (LNG).
Gangguan pada jalur tersebut berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi energi sekaligus rantai pasok berbagai komoditas lainnya.
Dampak terburuk
Gangguan pelayaran di Selat Hormuz berpotensi menimbulkan efek domino terhadap perekonomian internasional, terutama melalui perubahan harga energi dan gangguan rantai pasok.
Bagi sektor pertanian, keterbatasan pasokan pupuk dapat meningkatkan biaya produksi. Dalam jangka menengah, kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap harga pangan.
Hingga saat ini, situasi keamanan di kawasan Selat Hormuz masih menjadi perhatian pasar global. Perkembangan konflik dan upaya diplomatik selanjutnya akan menjadi faktor penting bagi kelancaran perdagangan melalui jalur tersebut.