Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz. Foto: AFP
Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz. Foto: AFP

Menhan Israel Janjikan Penyelidikan Penuh atas Kematian Jurnalis Shireen Abu Akleh

Internasional Palestina israel palestina Israel Kekerasan terhadap Wartawan Shireen Abu Akleh
Fajar Nugraha • 12 Mei 2022 07:41
Tel Aviv: Israel menjanjikan penyelidikan menyeluruh atas kematian seorang reporter Al Jazeera yang terbunuh dalam serangan Israel di kota Jenin, Tepi Barat, Rabu. Jurnalis Palestina itu tewas dengan tembakan di kepala.
 
Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz membuat pernyataan tersebut setelah para pejabat Amerika Serikat (AS) mengutuk pembunuhan Shireen Abu Akleh, yang merupakan warga negara AS. Terutama setelah pemerintah Israel menarik kembali pernyataan awal mereka bahwa dia telah terkena peluru nyasar.
 
“Kami mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saya tidak punya kesimpulan akhir," kata Gantz, seperti dikutip The New York Post, Kamis 12 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saat ini kami tidak tahu apa penyebab langsung kematian Shireen. Kami sangat menentukan untuk melakukan penyelidikan skala penuh atas proses ini, dan kami berharap untuk mendapatkan kerja sama Palestina dalam masalah ini. Tanpa laporan temuan patologis dan temuan forensik, akan sangat sulit bagi kami untuk mengetahui apa yang terjadi di lapangan,” imbuhnya.
 
Abu Akleh, seorang jurnalis terkenal di Timur Tengah yang sedang meliput serangan militer Israel bersama dua jurnalis lainnya, tewas ketika pasukan diserang.
 
Kedua jurnalis yang menemani Abu Akleh terluka dalam baku tembak itu dan menyalahkan pasukan Israel atas kematian jurnalis veteran Palestina tersebut.
 
Kematian Abu Akleh telah menuai kritik baru pada sistem Peradilan Militer Israel, yang saat ini sedang diselidiki oleh Pengadilan Kriminal Internasional.
 
“Dalam pembunuhan terang-terangan, melanggar hukum dan norma internasional, pasukan pendudukan Israel membunuh dengan darah dingin koresponden Al Jazeera di Palestina, Shireen Abu Akleh,” kata sebuah pernyataan dari Al Jazeera.
 
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett membalas dengan mengatakan bahwa penyelidikan mereka sendiri menemukan bahwa orang-orang Palestina bertanggung jawab.
 
“Menurut informasi yang kami kumpulkan, tampaknya orang-orang Palestina bersenjata bertanggung jawab atas kematian wartawan yang malang itu,” kata Bennet.
 
Gantz menambahkan bahwa mereka telah menyelidiki semua pasukan yang terlibat, tetapi belum membuat kesimpulan akhir.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif