Pertemuan seputar penyelesaian konflik Tigray berlangsung di Nairobi, Kenya, 12 November 2022. (Yasuyoshi CHIBA / AFP)
Pertemuan seputar penyelesaian konflik Tigray berlangsung di Nairobi, Kenya, 12 November 2022. (Yasuyoshi CHIBA / AFP)

Ethiopia dan Pemberontak Tigray Sepakat Izinkan Akses Kemanusiaan

Willy Haryono • 13 November 2022 20:22
Addis Ababa: Komandan militer tertinggi Ethiopia dan pemberontak di Tigray sepakat mengizinkan pembukaan akses kemanusiaan tanpa hambatan ke wilayah tersebut. Kedua pihak juga sepakat membentuk komite perlucutan senjata bersama setelah tercapainya gencatan senjata pekan lalu.
 
Para komandan kedua pihak, yang sejak Senin mengadakan pertemuan di ibu kota Kenya, Nairobi, menandatangani kesepakatan pada Sabtu. Keduanya sepakat menyerukan penghentian dari segala bentuk aktivitas militer.
 
Dikutip dari The New Arab, Minggu, 13 November 2022, kedua belah pihak juga sepakat melindungi warga sipil serta memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Tigray, wilayah berpenduduk lebih dari 5 juta jiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perjanjian tersebut menyatakan bahwa pelucutan senjata akan "dilakukan bersamaan dengan penarikan pasukan asing dan pasukan non-(militer Ethiopia)" dari Tigray.
 
Negosiator utama Ethiopia, Redwan Hussein, mengatakan bahwa acara penandatanganan hari Sabtu kemarin menciptakan lingkungan kondusif untuk upaya perdamaian yang sedang berlangsung.
 
Ia mencatat bahwa pertemuan para pemimpin militer berikutnya "kemungkinan besar" akan diadakan di Tigray pada pertengahan Desember. Pertemuan terakhir akan digelar di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, pada Januari 2023.
 
Dalam pernyataan terpisah pada Sabtu malam, otoritas federal Ethiopia mengatakan bahwa "upaya sedang dilakukan untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke sebagian besar wilayah Tigray.
 
Pernyataan itu menyebutkan bahwa pertemuan perwakilan militer Ethiopia dan Tigray di Kenya telah membahas "rencana terperinci mengenai pelucutan senjata" pasukan Tigray, termasuk kesepakatan masuknya pasukan Ethiopia ke ibu kota Tigrayan, Mekele.
 
Pembicaraan yang dipimpin Uni Afrika di Nairobi itu dilakukan setelah ditandatanganinya gencatan senjata oleh Ethiopia dan Tigray pekan lalu.
 
Mantan Presiden Nigeria Olusegun Obasanjo, yang membantu memfasilitasi pembicaraan, mengatakan pada Sabtu kemarin bahwa "bantuan kemanusiaan memang seharusnya dilanjutkan."
 
Eks presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, yang juga terlibat dalam pembicaraan, berterima kasih kepada para komandan atas komitmen mereka terhadap perdamaian.
 
Konflik Tigray dimulai pada November 2020, kurang dari setahun setelah Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian karena berdamai dengan Eritrea, negara yang berbatasan dengan Tigray.
 
Baca:  PBB Kutuk Serangan Udara di Taman Kanak-Kanak Ethiopia
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif