Seorang pria mengangkat foto Moqtada al-Sadr di Baghdad, 3 Desember 2021. (AHMAD AL-RUBAYE / AFP)
Seorang pria mengangkat foto Moqtada al-Sadr di Baghdad, 3 Desember 2021. (AHMAD AL-RUBAYE / AFP)

Desak Kekerasan di Irak Dihentikan, Moqtada al-Sadr Lakukan Mogok Makan

Marcheilla Ariesta • 30 Agustus 2022 13:06
Baghdad: Ulama Syiah asal Irak, Moqtada al-Sadr, mengumumkan aksi mogok makan. Tindakan ekstrem itu ia lakukan agar kekerasan yang melanda Irak bisa berakhir usai pengunduran dirinya dari dunia politik.
 
"(Al-Sadr) mengumumkan mogok makan. Berlangsung hingga kekerasan dan penggunaan senjata berhenti," kata ketua partai al-Sadr, Hassan al-Athari, dilansir dari AFP, Selasa, 30 Agustus 2022.
 
"Apa pun yang terjadi, komunitas korup tidak memberi pembenaran kepada siapa pun untuk menggunakan kekuatan," lanjut dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Irak tidak memiliki pemerintahan, perdana menteri, maupun presiden terpilih selama berbulan-bulan. Setelah kebuntuan terjadi hampir setahun, al-Sadr meninggalkan dunia politik untuk selamanya.
 
Selain mengundurkan diri, al-Sadr juga akan menutup semua institusi terkait gerakan Syiah yang ia pimpin, yakni Sadrist. Meski demikian, pria 48 tahun itu tidak akan menutup situs warisan, seperti monumen makam ayahnya.
 
"Saya telah memutuskan untuk tidak ikut campur dalam urusan politik. Oleh karena itu, saya mengumumkan pensiun definitif mulai sekarang," ucap al-Sadr.
 
Keputusan tersebut memicu aksi protes para pendukungnya, yang menuntut percepatan pemilu Irak dan pembubaran parlemen. Para loyalis menyerbu kompleks pemerintah di Baghdad.
 
Bentrokan antara kelompok-kelompok Syiah usai pengunduran diri al-Sard telah menewaskan setidaknya 15 orang. Puluhan orang lainnya juga mengalami luka-luka.
 
Karena eskalasi terus meningkat, pasukan keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Mereka juga memberlakukan jam malam di seluruh Baghdad.
 
"Jam malam penuh di Baghdad mempengaruhi semua kendaraan dan warga," bunyi pernyataan Komando Operasi Gabungan.
 
Pada Senin sore, gambar dan video beredar di media sosial yang menunjukkan pengikut Al Sadr memasuki istana di dalam Zona Hijau yang dijaga ketat. Saksi mata mengatakan sebelumnya bahwa loyalis Al Sadr dan pendukung blok Syiah saingannya, Kerangka Koordinasi pro-Iran melakukan baku tembak.
 
Tentara mengumumkan jam malam nasional mulai pukul 19.00 malam. Pasukan keamanan juga akan berpatroli di ibu kota.
 
Baca:  Bentrok Berdarah di Irak, 15 Loyalis Moqtada Al Sadr Tewas Ditembak

 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif