Juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei. (STR/AFP)
Juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei. (STR/AFP)

Iran Tak Terburu-buru Hidupkan Kembali Perjanjian Nuklir 2015

Willy Haryono • 30 Juni 2021 08:50
Teheran: Iran tak terburu-buru dalam menghidupkan kembali perjanjian nuklir Iran menjelang diresmikannya pemerintahan baru pada Agustus mendatang. Ali Rabiei, juru bicara pemerintahan petahana Hassan Rouhani, mengatakan bahwa negosiasi perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) bisa saja berlanjut ke pemerintahan baru di bawah Ebrahim Raisi.
 
"Kami berupaya agar tidak ada penundaan, tapi jika itu terjadi, maka kelanjutan negosiasi akan diserahkan ke pemerintahan berikutnya," ujar Rabiei, dilansir dari laman Xinhua pada Rabu, 30 Juni 2021.
 
Menekankan kembali posisi Iran yang telah disampaikan kepala tim negosiator Abbas Araqchi, Rabiei mengatakan bahwa semua isu yang perlu dinegosiasikan untuk menghidupkan kembali JCPOA telah didiskusikan di Wina, Austria.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini Iran sedang menanti beberapa pihak terkait JCPOA, termasuk Amerika Serikat, untuk mengumumkan keputusan politik mereka agar "negosiasi putaran berikutnya dapat berlangsung dengan jelas," ucap Rabiei.
 
Sebuah konsensus, lanjut Rabiei, sudah dibuat terkait pencabutan sanksi di sektor-sektor utama perekonomian Iran seperti energi, finansial, perbankan, dan asuransi. Namun semua isu yang masih ada harus segera diselesaikan agar konsensus tersebut dapat diimplementasikan.
 
"Kami berharap AS dapat membuat keputusan final untuk kembali menjalankan kewajibannya dan mengimplementasikan aturan internasional," tutur Rabiei.
 
Senin kemarin, jubir Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mendesak pihak-pihak negosiator JCPOA di Wina untuk segera mengambil keputusan final.
 
Pemerintahan AS di bawah Donald Trump menarik diri secara sepihak dari JCPOA pada 2018. Iran membalas langkah tersebut dengan melanggar komitmen JCPOA, salah satunya adalah meningkatkan pengayaan uranium, bahan kimia yang dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir.
 
Baca:  Menlu AS: Iran Mampu Buat Bom Nuklir dalam Hitungan Minggu
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif