Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Dituduh Terkait Gerakan Gulen, Ratusan Perempuan dan Anak-Anak Turki Dipenjara

M Sholahadhin Azhar • 25 Februari 2021 02:21
Ankara: Pemerintah Turki dilaporkan menangkap 219 perempuan hamil dan perempuan dengan anak di bawah usia enam tahun. Mereka ditahan karena tudingan terkait dengan gerakan Gulen, yang dituduh pemerintah Turki mendalangi kudeta gagal pada 2016.
 
Dikutip dari Turkishminute, Rabu, 24 Februari 2021, laporan tersebut dikeluarkan pemantau hak asasi manusia yang berbasis di Brussels. Organisasi nonpemerintah Solidarity with OTHERS, yang terdiri atas orang-orang buangan politik di Turki membeberkan hal tersebut. 
 
Baca: Erdogan Ingin Perkuat Hubungan dengan AS yang Dipimpin Biden

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada statistik orang yang ditangkap karena dituding terkait gerakan Gulen sejak 2016 dalam laporan berjudul "Penahanan dan Penangkapan Sewenang-wenang sebagai Kejahatan terhadap Kemanusiaan".
 
Menurut laporan tersebut, ada 92 perempuan hamil, perempuan yang baru saja melahirkan, 40 ibu dengan bayi antara usia 0-6 bulan dan 87 ibu dengan anak antara usia 6 bulan dan 6 tahun ditangkap rezim Presiden Recep Tayyip Erdogan. Penangkapan terkait gerakan Gulen yang dilakukan di 56 provinsi.
 
"Sembilan puluh enam orang dengan masalah kesehatan yang serius ditahan atau ditangkap di 40 provinsi di seluruh Turki dalam operasi yang menargetkan yang diduga anggota gerakan Gulen," ungkap laporan pengawas hak asasi manusia tersebut.
 
Selain menyasar kaum hawa, laporan tersebut menunjukkan ada 35 penyandang disabilitas dan 17 warga lanjut usia juga ditahan atau ditangkap atas tuduhan serupa. Pemerintah Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) melawan gerakan Gulen, kelompok berbasis agama yang diilhami ajaran ulama Muslim yang berbasis di AS, Fethullah Gülen.
 
Perlawanan selama empat tahun itu menarget anggota yang dituding terkait dengan gerakan Gulen. Total ada 292.000 orang ditahan dan 96.000 lainnya dipenjara. Data Menteri Dalam Negeri Turki Süleyman Soylu menyebutkan banyak pihak meninggalkan negara tersebut untuk menghindari penangkapan.
 
Selain itu, lebih dari 130.000 pegawai negeri, termasuk 4.156 hakim dan jaksa, serta 20.610 anggota angkatan bersenjata dicopot. Mereka dituding terkait dengan Gulen. 
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif