NEWSTICKER
Penumpang pesawat mengenakan masker di tengah kekhawatiran penyebaran covid-19 di Bandara Internasional Ben Gurion di dekat Tel Aviv, Israel, 10 Maret 2020. (Foto: Jack Guez/AFP)
Penumpang pesawat mengenakan masker di tengah kekhawatiran penyebaran covid-19 di Bandara Internasional Ben Gurion di dekat Tel Aviv, Israel, 10 Maret 2020. (Foto: Jack Guez/AFP)

Israel Sepakat Gunakan Teknologi Anti-Terorisme untuk Korona

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 17 Maret 2020 16:18
Tel Aviv: Pemerintah Israel telah menyepakati penggunaan teknologi pelacakan untuk medeteksi atau mengonfirmasi individu terjangkit virus korona covid-19. Teknologi ini awalnya dibuat untuk membantu operasi anti-terorisme di Israel.
 
Setelah dibahas seluruh jajaran kabinet, penggunaan teknologi tersebut akhirnya disepakati secara bulat pada Selasa 17 Maret 2020 pagi waktu setempat.
 
Wacana penggunaan teknologi pelacakan individu ini pertama kali disinggung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada akhir pekan kemarin. Ia mengatakan otoritas Israel akan menggunakan data untuk menginformasikan warga mengenai siapa-siapa saja yang mungkin telah melakukan kontak dengan individu terjangkit covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari Guardian, teknologi tersebut juga akan digunakan petugas untuk menegakkan perintah karantina di kalangan warga Israel.
 
Berbicara dalam sebuah tayangan di televisi pada Senin malam, PM Netanyahu mengatakan pengawasan secara siber ini akan berlangsung selama 30 hari.
 
"Israel adalah negara demokrasi, dan kita harus menjaga keseimbangan antara hak-hak sipil dan kebutuhan publik," tutur PM Netanyahu. "Teknologi ini akan sangat membantu petugas dalam mendeteksi orang sakit dan menghentikan penyebaran virus," sambungnya.
 
Dengan menggunakan status darurat, PM Netanyahu meloloskan penggunaan teknologi ini tanpa perlu mendapat persetujuan Knesset, parlemen Israel.
 
Shin Bet, sebuah badan keamanan internal Israel, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang memeriksa kapabilitas teknologi anti-terorisme untuk memerangi virus korona atas permintaan PM Netanyahu dan Kementerian Kesehatan.
 
Selain mengenai teknologi anti-terorisme, PM Netanyahu juga mengumumkan bahwa sejumlah pusat perbelanjaan, hotel, restoran, dan bioskop di Israel harus ditutup selama pandemi korona. Penutupan telah dilakukan sejak Minggu 15 Maret.
 
Ia mengimbau semua pegawai di Israel untuk tidak pergi ke kantor kecuali jika memang diperlukan. Layanan-layanan vital, seperti apotek, supermarket, dan bank, akan diizinkan untuk tetap beroperasi di seantero Israel.
 
Universitas Johns Hopkins mencatat total kasus covid-19 di Israel hingga Selasa ini mencapai 298 tanpa adanya kematian dengan empat pasien telah dinyatakan sembuh.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif