Menlu AS Antony Blinken kunjungi Afrika Selatan./AFP
Menlu AS Antony Blinken kunjungi Afrika Selatan./AFP

Kunjungi Afrika Selatan, Blinken: AS Tak Ingin Berebut Pengaruh di Afrika

Marcheilla Ariesta • 09 Agustus 2022 07:59
Pretoria: Amerika Serikat (AS) mencari "kemitraan sejati" dengan Afrika dan tidak berusaha untuk "mengalahkan" kekuatan dunia lain dalam memperebutkan pengaruh di benua itu. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada Senin, 8 Agustus 2022 dalam kunjungannya ke benua tersebut.
 
Blinken menguraikan strategi Afrika baru pemerintah AS saat ia mengunjungi Afrika Selatan, di perhentian pertama dari perjalanan tiga negara ke benua itu. Kunjungan itu diikuti dengan tur Afrika yang ekstensif oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.
 
Namun, Blinken mengatakan, Amerika Serikat tidak melihat kawasan itu sebagai 'lapangan bermain terbaru dalam kompetisi antara kekuatan besar'.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Komitmen kami untuk kemitraan yang lebih kuat dengan Afrika bukan tentang mencoba mengalahkan siapa pun," kata Blinken dalam jumpa pers bersama mitranya dari Afrika Selatan Naledi Pandor.
 
Dilansir dari AFP, Selasa, 9 Agustus 2022, Afrika Selatan merupakan pemimpin di negara berkembang di benua itu. Mereka tetap netral dalam perang Ukraina.
 
Baca juga: Biden Negatif Covid-19, Siap Kembali Bertugas
 
Pretoria menolak untuk bergabung dengan seruan Barat mengutuk Moskow, yang menentang apartheid sebelum berakhirnya kekuasaan minoritas kulit putih pada 1994.
 
Pandor mengatakan, tidak ada seorang pun di Afrika Selatan yang mendukung perang dan menggambarkan Rusia sebagai 'mitra ekonomi yang dapat diabaikan'. Namun, lanjutnya, dia senang Amerika Serikat tidak meminta negaranya untuk berpihak.
 
"Tapi, ada rasa menggurui intimidasi dari mitra lain di Eropa dan di tempat lain," katanya.
 
"Kita harus sama-sama prihatin dengan apa yang terjadi pada rakyat Palestina, seperti halnya kita dengan apa yang terjadi pada rakyat Ukraina," katanya, merujuk pada gejolak pertempuran di Gaza.
 
Kebijakan Afrika Baru
 
Kemudian pada Senin kemarin, dalam kuliah di Universitas Pretoria, Blinken memaparkan strategi baru AS untuk Afrika sub-Sahara, yang katanya berfokus pada empat prioritas. Keempat prioritas itu antara lain mendorong keterbukaan dan demokrasi, mengejar pembangunan ekonomi, dan mengatasi pemanasan global.
 
Amerika Serikat dan negara-negara Afrika perlu bekerja sama sebagai 'mitra setara' untuk mengatasi masalah itu. "Terlalu sering, negara-negara Afrika diperlakukan sebagai instrumen kemajuan negara lain, bukan sebagai pencipta mereka sendiri," katanya.
 
"Amerika Serikat tidak akan mendikte pilihan Afrika, begitu juga orang lain. Hak untuk membuat pilihan ini milik orang Afrika, dan orang Afrika saja," lanjut Blinken.
 
Strategi baru diumumkan pada akhir tinjauan kebijakan yang diperpanjang oleh pemerintahan Presiden AS Joe Biden. Beberapa kritikus mengatakan fokus AS dalam memerangi kelompok-kelompok ekstremis di Afrika secara militer tidak banyak membuahkan hasil. Bahkan kebijakan itu dikalahkan oleh Tiongkok dan Rusia yang terus melakukan terobosan dengan menggunakan alat diplomatik dan ekonomi secara agresif.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif