WNI mendengarkan tausiah daring di KBRI Windhoek, Namibia, 22 April 2022. (Kemenlu RI)
WNI mendengarkan tausiah daring di KBRI Windhoek, Namibia, 22 April 2022. (Kemenlu RI)

WNI di Namibia Terima Siraman Rohani Melalui Tausiah Ramadan Daring

Internasional indonesia-namibia Ramadan 2022
Willy Haryono • 26 April 2022 19:09
Windhoek: Dalam rangka mengisi kegiatan positif di bulan suci Ramadan, KBRI Windhoek menggelar Tausiah Ramadan secara daring yang dihadiri sejumlah warga negara Indonesia (WNI) pada Jumat, 22 April lalu. Tausiah daring dengan tema "Spirit Ramadan dan Muhasabah Diri" tersebut disampaikan oleh Ustaz Faiz Husaini, WNI yang tengah menempuh pendidikan doktoral di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
 
Kegiatan tausiah menjadi sarana pertemuan efektif antara KBRI Windhoek dan WNI. Dalam kesempatan itu, Dubes Indonesia untuk Namibia, Wisnu Edi Pratignyo, menyampaikan harapan agar tausiah yang merupakan siraman rohani ini dapat meningkatkan ilmu dan pengetahuan agama.
 
"Banyak cara untuk menambah ilmu agama seperti melalui baca buku atau menghadiri acara kajian agama Islam. Dengan adanya acara seperti ini, kita bisa mendengarkan langsung dari ustaz sehingga lebih mudah dicerna," ujar Dubes Wisnu, dalam keterangan di situs Kementerian Luar Negeri, Selasa, 26 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sesuai dengan tema tausiah, Ustaz Faiz mengajak jemaah untuk mempertahankan kualitas ibadah yang telah dilakukan sepanjang Ramadan ke bulan-bulan berikutnya. Menurutnya, terdapat empat semangat Ramadan yang dapat meningkatkan ketakwaan.
 
"Semangat pertama adalah keimanan, selanjutnya aspek individu yang meningkatkan amalan di bulan suci Ramadan. Aspek ketiga adalah aspek sosial seperti memberi sesama umat muslim, dan aspek keempat adalah kontinuitas dalam beribadah", ungkap Ustaz Faiz.
 
Ia juga mengungkapkan bahwa akhir Ramadan dapat menjadi waktu yang baik bagi Muslim untuk melakukan introspeksi diri (muhasabah). Beberapa aspek muhasabah yang dapat dilakukan, yaitu muhasabah dalam hal ibadah, pekerjaan, usia, rezeki, dan kehidupan sosial.
 
"Muhasabah dilakukan dengan pertama, tidak menutup diri dari masukan orang lain; kedua, bersahabat dengan orang saleh; dan ketiga, menyendiri," pungkas Ustaz Faiz.
 
Kegiatan tersebut menutup rangkaian kegiatan tausiah Ramadan yang diselenggarakan KBRI Windhoek. Sebelumnya, kegiatan tausiah telah diselenggarkan pada 15 April 2021 dengan mengangkat tema Memaknai Lailatul Qodr.
 
Baca:  KBRI Windhoek Bawa Kuliner Indonesia ke Sekolah Menengah di Namibia
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif