Ratusan ribu umat Muslim salat di malam Lailatul Qadar di Masjid Al-Aqsa. Foto: AFP
Ratusan ribu umat Muslim salat di malam Lailatul Qadar di Masjid Al-Aqsa. Foto: AFP

250 Ribu Orang Berkumpul di Masjid Al-Aqsa Menandai Lailatul Qadar

Internasional Palestina Israel Masjid Al-Aqsa Ramadan 2022 Lailatul Qadar
Fajar Nugraha • 28 April 2022 19:05
Yerusalem: Sekitar 250.000 orang berkumpul untuk malam Lailatul Qadar di Masjid Al-Aqsa. Mereka beribadah dengan damai meskipun sebelumnya ada kekerasan di lokasi dan pembunuhan di Tepi Barat dan Yerusalem oleh pasukan Israel.
 
Setidaknya 250.000 orang berkumpul pada Rabu 27 April 2022 malam untuk menghadiri salat di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Malam Lailatul Qadar ini hanya beberapa hari sebelum akhir Ramadan.
 
Lailatul Qadar atau Malam Kekuasaan, secara tradisional dirayakan pada malam ke-27 Ramadan. Ini adalah peringatan yang menandai turunnya ayat pertama dan beberapa ayat terpenting Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usai salat, banyak yang tinggal untuk berbagi makanan dan berkumpul.
 
Jemaah berkumpul di tengah ketegangan yang meningkat antara Israel dan Palestina menyusul serangkaian serangan mematikan di dalam wilayah Israel, penangkapan di Tepi Barat yang diduduki. Bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel di kompleks Masjid Al Aqsa, dan tembakan roket dari Jalur Gaza yang dikuasai Hamas untuk pertama kali dalam beberapa bulan.
 
Namun, tidak ada insiden yang tidak diinginkan yang dilaporkan di kota Jenin di Tepi Barat, di mana pasukan Israel membunuh seorang pria dalam apa yang disebutnya serangan ‘kontraterorisme’.
 
Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga dalam Islam setelah Mekah dan Madinah. Tapi itu juga merupakan salah satu titik nyala paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.
 
Umat Muslim percaya Nabi Muhammad naik ke surga dari situs tersebut. Masjid ini mampu menampung hingga 300.000 jemaah.
 
Ketegangan terakhir terjadi ketika Yordania mendorong pembicaraan dengan Israel untuk memulihkan status tempat suci di bawah perwaliannya.
 
“Upaya diplomatik baru adalah untuk mengatasi akar ketegangan dan memastikan bahwa masalah tidak meledak lagi,” kata seorang pejabat Yordania dilaporkan The National, Kamis 28 April 2022.
 
Dia mengatakan AS baru-baru ini diberi makalah yang "dengan jelas" menyatakan posisi kerajaan.
 
Yordania, yang keluarga Hashemite yang berkuasa memiliki perwalian atas situs-situs Muslim dan Kristen, mengatakan bahwa sejak tahun 2000 Israel telah merusak tradisi berabad-abad di mana non-Muslim tidak beribadah di kompleks masjid.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif