Ilustrasi virus korona covid-19. (Medcom.id)
Ilustrasi virus korona covid-19. (Medcom.id)

Dokter Afsel Sebut Gejala Varian Omicron Tak Biasa Namun Ringan

Willy Haryono • 28 November 2021 14:45
Pretoria: Angelique Coetzee adalah dokter pertama di Afrika Selatan yang menginformasikan otoritas kesehatan mengenai dugaan adanya varian baru Covid-19 di tubuh pasiennya. Varian itu kemudian diberi nama "Omicron" oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat kemarin.
 
Dalam keterangan kepada media The Telegraph, Coetzee mengatakan gejala-gejala varian B.1.1.529 atau Omicron ini "tak biasa, namun relatif ringan."
 
Coetzee mengaku menginformasikan otoritas kesehatan mengenai kemungkinan adanya varian baru saat melihat gejala-gejala yang diperlihatkan sejumlah pasien di kliniknya di Pretoria. Beberapa pasien Coetzee memperlihatkan gejala kelelahan akut, dan ada juga yang denyut nadinya sangat tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari semua pasien yang menunjukkan gejala tak biasa itu, tidak ada satu pun yang kehilangan penciuman -- salah satu gejala umum Covid-19.
 
"Gejala-gejala tersebut sangat berbeda dan relatif ringan dari yang pernah saya tangani sebelumnya," kata Coetzee, dikutip dari nzherald.co.nz, Minggu, 28 November 2021.
 
Pada 18 November, saat empat individu dari satu keluarga dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala kelelahan, Coetzee langsung menginformasikan komite penasihat vaksin Afsel.
 
Secara total, sekitar 24 pasien Coetzee dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala-gejala Omicron. Sebagian besar dari mereka adalah pria yang relatif sehat, namun tiba-tiba sering "merasa sangat lelah." Separuh dari mereka belum divaksinasi.
 
"Ada satu kasus yang sangat menarik, yaitu seorang bocah enam tahun dengan temperatur dan denyut nadi yang sangat tinggi. Saya sempat berpikir apakah ia harus dirawat inap atau tidak. Namun dua hari kemudian, dia sudah membaik," tutur Coetzee.
 
Coetzee, salah satu petinggi Asosiasi Medis Afrika Selatan, menyatakan bahwa semua pasiennya yang terinfeksi Omicron sempat mengalami gejala ringan namun kini sudah kembali sehat. Namun ia khawatir varian baru ini dapat memicu gejala berbeda di tubuh orang lanjut usia atau mereka yang memiliki komorbid.
 
"Apa yang kami khawatirkan sekarang adalah orang-orang tua yang belum divaksinasi. Jika mereka terinfeksi dengan varian baru ini, kemungkinan akan ada semacam gejala berat," ungkap Coetzee.
 
Kemunculan Omicron memicu kekhawatiran global, yang membuat sejumlah negara memberlakukan larangan perjalanan dari dan menuju negara-negara Afrika, terutama Afsel. Amerika Serikat (AS) telah mengumuman larangan perjalanan tersebut, yang akan berlaku mulai Senin besok.
 
Dari negara-negara yang memberlakukan larangan perjalanan, Israel menerapkan aturan terketat sejauh ini. Mulai Senin dini hari nanti, Israel berencana melarang masuk semua warga negara asing demi mencegah kemunculan varian Omicron.
 
Baca: Cegah Varian Omicron, Israel Berencana Larang Masuk Semua Warga Asing
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif