Bentrokan terbaru polisi Israel dengan Muslim Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa./AFP
Bentrokan terbaru polisi Israel dengan Muslim Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa./AFP

Bentrokan Terbaru di Kompleks Masjid Al-Aqsa, 12 Orang Dilaporkan Terluka

Internasional Palestina israel palestina Israel Masjid Al-Aqsa
Marcheilla Ariesta • 05 Mei 2022 17:04
Yerusalem: Polisi Israel menghadapi unjuk rasa warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa pada hari ini, Kamis, 5 Mei 2022. Polisi menembakkan peluru karet ke kompleks tersebut dan sempat memasuki masjid, tempat para jemaah berlindung.
 
Penyerangan ini kembali terjadi usai perayaan Idulfitri umat Muslim Palestina. Total 12 orang terluka dalam insiden yang terjadi di halaman kompleks masjid. 
 
Begitu para pemukim Yahudi tiba di kompleks masjid, puluhan orang Palestina berkumpul dan meneriakkan 'Tuhan Maha Besar'.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perusuh melemparkan batu dan benda-benda lain yang melukai seorang petugas," kata kepolisian Israel, dikutip dari The National.
 
Kelompok Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, petugas medis tidak merawat jemaah yang terluka akibat bentrok Kamis pagi waktu setempat itu.
 
Baca juga: Ramadan Berakhir untuk Palestina dengan Lebih Banyak Penangkapan oleh Israel
 
Kompleks Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga dalam Islam dan situs terpenting bagi orang Yahudi. Para jemaah Yahudi diizinkan untuk mengunjungi Al-Aqsa, namun tidak boleh berdoa di situs tersebut.
 
Masjid itu berdiri di atas Tembok Barat yang merupakan titik fokus doa-doa Yahudi di Yerusalem.
 
Faksi Palestina termasuk Hamas, kelompok militan yang menguasai Gaza, meminta jamaah Muslim untuk berkumpul di Al-Aqsa. Hamas menuduh otoritas Israel 'bermain api' dengan mengizinkan orang Yahudi mengunjungi situs tersebut.
 
Tahun lalu, Hamas dan Israel berperang selama 11 hari di Gaza. Serangan terjadi usai beberapa pekan kekerasan di Al-Aqsa dan tempat lain di Yerusalem oleh polisi.
 
Konfrontasi terbaru di Kota Tua terjadi saat Israel merayakan Hari Kemerdekaan, yang menandai pembentukan negara pada 1948. Yerusalem Timur dan tempat-tempat suci kunonya direbut oleh pasukan Israel dalam perang Arab-Israel 1967.
 
Menjelang Hari Kemerdekaan, Perdana Menteri Naftali Bennett menggembar-gemborkan kemajuan Israel.
 
"Kami memiliki ekonomi yang berkembang pesat, militer yang kuat, dan demokrasi yang dinamis dengan pemerintahan paling beragam dalam sejarah Israel," kata Bennett.
 
Hari ini, angkatan udara Israel diperkirakan akan menggelar pertunjukkan penerbangan yang akan mencakup bagian dari Tepi Barat yang diduduki.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif