Hassan Sheikh Mohamud. (Thomas Kienzle / AFP)
Hassan Sheikh Mohamud. (Thomas Kienzle / AFP)

Hassan Sheikh Mohamud Jadi Presiden Somalia untuk Kali Kedua

Willy Haryono • 16 Mei 2022 09:58
Mogadishu: Hassan Sheikh Mohamud menjadi presiden Somalia untuk kali kedua usai menang dalam pemilihan umum yang telah lama dinanti pada Minggu, 15 Mei. Kemenangan Mohamud terjadi di saat Somalia tengah berjuang menghadapi pemberontakan dan ancaman kelaparan.
 
Setelah pemungutan suara maraton yang melibatkan 36 kandidat, parlemen Somalia menghitung adanya 214 dukungan untuk Mohamud. Angka tersebut jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan untuk mengalahkan petahana Mohamed Abdullahi Mohammed, atau yang juga dikenal dengan sebutan Farmaajo.
 
Kemenangan Mohamud disambut meriah sebagian warga di ibu kota Mogadishu, yang berharap hasil pemilu ini dapat menyelesaikan krisis politik dan keamanan negara. Masa jabatan Farmaajo telah berakhir pada Februari 2021, dan pemilu Somalia baru bisa digelar hari Minggu kemarin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mohamud, yang pernah menjadi presiden Somalia pada 2012-2017, dilantik tak lama usai parlemen selesai menghitung suara. Ia menyampaikan pidato yang mendorong adanya rekonsiliasi nasional.
 
"Merupakan hal baik bahwa presiden ada di sini, berdiri di samping saya. Kita semua harus maju, jangan pernah mundur. Kita juga harus menyembuhkan segala duka," sebut Mohamud, merujuk kepada Farmaajo di sampingnya.
 
"Saya menyambut saudara saya di sini, yaitu presiden baru Hassan Sheikh Mohamud. Kita patut mendoakan beliau dalam menjalankan tugas-tugas besar ke depannya," sebut Farmaajo, dikutip dari France 24, Senin, 16 Mei 2022.
 
Mitra-mitra internasional Somalia berulang kali mengingatkan bahwa penundaan pemilu dapat berdampak buruk terhadap stabilitas negara, termasuk dalam upaya melawan pemberontak al-Shabaab.
 
Hari Minggu kemarin, beberapa ledakan terjadi di dekat kompleks bandara di Somalia tempat berlangsungnya penghitungan suara pemilu. Kepolisian Somalia melaporkan tidak adanya korban jiwa dalam ledakan tersebut.
 
Baca:  Al Shabab Klaim Serang Kamp Pasukan Penjaga Perdamaian di Somalia
 
Menjadi presiden pertama di Somalia yang menjabat untuk kali kedua, Mohamud berjanji mengubah Somalia menjadi "sebuah negara damai" yang berhubungan baik dengan negara lain di dunia.
 
Ia akan mewarisi beberapa tantangan besar dari pendahulunya, termasuk kekeringan yang berpotensi memicu kelaparan massal.
 
Sejumlah agensi PBB memperingatkan risiko terjadinya bencana kemanusiaan di Somalia jika langkah cepat tidak segera dilakukan. Somalia diminta untuk sekuat tenaga menghindari terjadinya kelaparan seperti di tahun 2011, yang telah menewaskan sekitar 260 ribu orang.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif