Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: AFP

Perbaiki Hubungan, Erdogan Lakukan Kunjungan ke Arab Saudi

Internasional arab saudi turki raja salman Jamal Khashoggi Recep Tayyip Erdogan Mohammed Bin Salman
Fajar Nugraha • 28 April 2022 16:39
Riyadh: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan memulai perjalanan ke Arab Saudi untuk menghidupkan kembali hubungan dengan pihak Kerajaan. Kunjungan dua hari menandai puncak dari upaya selama berbulan-bulan untuk memperbaiki hubungan dengan Riyadh atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
 
Menurut pihak Istana Kepresidenan Turki, perjalanan dilakukan pada Kamis 28 April 2022 hari ini. Ini menandai puncak dari upaya selama berbulan-bulan oleh Ankara untuk memperbaiki hubungan dengan Riyadh.
 
“Kunjungan itu dilakukan setelah bertahun-tahun ketegangan dalam hubungan antara kedua negara atas pembunuhan 2018 jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi di konsulat kerajaan di Istanbul,” menurut tiga sumber yang mengetahui perjalanan itu mengatakan kepada Middle East Eye.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Erdogan akan membahas hubungan Ankara dengan kerajaan dalam pertemuan selama perjalanan, serta cara-cara untuk meningkatkan kerja sama,” menurut pihak Istana Kepresidenan Turki.
 
Turki memenuhi salah satu tuntutan utama Arab Saudi dalam memperbaiki hubungan awal bulan ini dengan memutuskan untuk menyerahkan persidangan Khashoggi ke Arab Saudi, sebuah kasus yang melibatkan 26 tersangka terkait dengan pembunuhannya.
 
Erdogan menuduh ‘tingkat tertinggi’ Pemerintah Saudi memberi perintah, tetapi Ankara sejak itu melunakkan nadanya dengan tajam. Presiden Turki akan mengadakan pembicaraan dengan penguasa de facto Arab Saudi Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
 
Sebuah laporan intelijen AS yang dirilis setahun lalu mengatakan bin Salman telah menyetujui operasi untuk membunuh atau menangkap Khashoggi -,seorang kolumnis Washington Post dan Middle East Eye,- tetapi Pemerintah Saudi telah membantah keterlibatan putra mahkota dan menolak temuan laporan tersebut.
 
Hubungan Ankara-Riyadh memburuk secara signifikan setelah pembunuhan itu, tetapi Turki sejak itu berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan Arab Saudi sebagai bagian dari kebijakan regional baru untuk meningkatkan ekonominya.
 
Ekonomi Turki telah sakit selama bertahun-tahun dan krisis lira meletus pada akhir 2021 karena kebijakan moneter yang tidak ortodoks yang didukung oleh Erdogan, membuat inflasi melonjak di atas 60 persen.

Erdogan disalahkan

Menjelang kunjungan Erdogan, Menteri Keuangan Turki Nureddin Nebati mengatakan, pada Rabu bahwa ia membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara dalam pertemuan online dengan timpalannya dari Arab Saudi Mohammed Al-Jadaan.
 
“Kedua pemimpin juga bertukar pandangan tentang perdagangan dan bidang investasi,” kata Nebati di Twitter.
 
3,5 tahun setelah Arab Saudi memberlakukan boikot pada barang-barang Turki atas urusan Khashoggi, putra mahkota akan berusaha menggunakan kunjungan Erdogan sebagai pengaruh untuk mengakhiri urusan Khashoggi secara definitif.
 
“Untuk MBS, ini semua tentang Khashoggi. Dia terobsesi dengan itu. Ini pribadi," salah satu sumber yang mengetahui perjalanan itu mengatakan kepada MEE awal pekan ini, menggunakan nama panggilan umum untuk bin Salman.
 
“Dia menyalahkan Erdogan secara pribadi karena melibatkan Amerika, dan karena tidak menutup kasus ini dalam beberapa hari pertama,” sebut sumber itu.
 
Selain kasus Turki, masih ada gugatan kedua di pengadilan federal AS yang diajukan oleh Hatice Cengiz, tunangan Khashoggi, dan kelompok advokasi yang berbasis di AS, Democracy for the Arab World Now (Dawn), yang didirikan dan dijalankan oleh Khashoggi sebelum kematiannya.
 
Gugatan ini, menurut para pejabat Turki, berada di luar jangkauan mereka.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif